Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Belasan Warga Positif HIV/AIDS, Dinkes Tahun Ini Ditarget Tes 20.285 Orang

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 3 Juli 2026 | 05:20 WIB
KESEHATAN: Abd. Cholik saat ditemui di kantor Dinkes KB Sampang Kamis (2/7). (AYU LATIFAH/JPRM)
KESEHATAN: Abd. Cholik saat ditemui di kantor Dinkes KB Sampang Kamis (2/7). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Pola hidup sehat masyarakat Kabupaten Sampang perlu diubah agar lebih baik.

Pasalnya, belasan warga Kabupaten Sampang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.

Fungsional Penanggung Jawab Penyakit Menular Dinas Kesehatan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang Abd. Cholik mengatakan, HIV/AIDS menjangkit karena warga belum sepenuhnya menerapkan pola hidup aman dan sehat.

Contohnya, tidak setia pada pasangan atau sering berganti-ganti pasangan.

Baca Juga: Belajar Hidup Sehat Sejak Dini, Siswa Kelas 4 FIES Study Visit ke Rumah Sakit BHC

”Penularan terjadi karena berhubungan intim dengan orang lain secara tidak aman atau sering ’jajan’ di luar,” katanya.

Dijelaskan, jumlah warga yang harus menjalani tes tahun ini sebanyak 20.285 orang.

Sementara, hingga semester I yang berhasil dites sebanyak 8.935 orang. Hasilnya, ditemukan 18 orang yang dinyatakan positif.

”Untuk tahun ini, jumlah pasien baru sebanyak 18 orang. Tetapi jika dibandingkan tahun lalu, sudah ada pengurangan,” tambahnya.

Dijelaskan, pada 2025 jumlah warga yang dinyatakan positif sebanyak 72 orang. Puluhan orang itu terkategori usia produktif.

”Saya yakin tahun ini akan ada pengurangan untuk penderita HIV,” ungkapnya.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Casa Grata Tampil di FHA 2026 Bawa Camilan Sehat

Ditambahkan, cakupan dan sasaran testing akan diperluas, yakni kepada ibu hamil, penderita TBC, calon pengantin (catin), waria, penghuni lapas, dan lainnya.

”Kami tidak punya data komunitas waria di Sampang. Kalau bumil, kami masih menunggu waktu,” jelasnya.

Dia optimistis sasaran testing akan mencapai target. Sebab, institusinya akan mengoptimalkan pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk klinik.

”Tahun lalu capaian testing kami 75 persen. Insyaallah tahun ini lebih. Sebab, warga mulai ada kesadaran memeriksa diri,” ungkapnya.

Koordinator Dokter Umum Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Puskesmas Omben Elmira Rizkia F. menyampaikan, hasil testing ada enam pasien yang dinyatakan positif.

Satu di antaranya merupakan anak-anak yang telah dirujuk ke RSUD dr Mohammad Zyn.

Baca Juga: Tegakkan Hukum Keimigrasian, Imigrasi Pamekasan Deportasi WNA Asal Malaysia

”Untuk tahun ini baru satu yang dinyatakan positif dan sudah kami rujuk untuk diobati,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini Puskesmas Omben belum bisa melakukan pengobatan kepada pasien.

Sebab, tenaga kesehatan (nakes) yang ada belum menjalani pelatihan yang difasilitasi oleh Dinkes KB Sampang.

”Kami berharap Puskesmas Omben bisa melakukan pengobatan dan terapi bagi pasien yang positif, termasuk bisa melayani pasien di luar Kecamatan Omben juga,” tandasnya. (ay/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#penderita HIV #sasaran testing #usia produktif #kabupaten sampang #HIV/AIDS