Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pagu SPMB SMA dan SMK negeri di Kabupaten Sampang Tahun Ini Alami Perubahan

Amin Basiri • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:40 WIB
PENDIDIKAN: Sejumlah siswi saat hendak pulang di SMAN 1 Sampang, Kamis (4/6).
PENDIDIKAN: Sejumlah siswi saat hendak pulang di SMAN 1 Sampang, Kamis (4/6).

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK negeri di Kabupaten Sampang saat ini memasuki tahap pengambilan PIN.

Seiring dengan itu, Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sampang telah menetapkan pagu penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Hasilnya, komposisi daya tampung mengalami perubahan dibanding tahun lalu.

Kepala Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sampang Mas’udi Hadiwijaya melalui Kasi SMA Febrianto Bestari menyampaikan, pengambilan PIN menjadi syarat bagi calon murid untuk mengikuti proses pendaftaran di sekolah tujuan. ”Pagu SMA dan SMK sudah kami tetapkan,” ujarnya kemarin (4/6).

Berdasarkan pagu yang telah ditetapkan, total tersedia 98 rombongan belajar (rombel). Perinciannya, jenjang SMA sebanyak 51 rombel dengan daya tampung 1.836 siswa.

Sementara jenjang SMK sebanyak 47 rombel dengan daya tampung 1.692 siswa. ”Total daya tampung SPMB tahun ini mencapai 3.528 siswa,” katanya.

Meski jumlah rombel secara keseluruhan tidak berubah, komposisi antara SMA dan SMK mengalami pergeseran.

Pada 2025, kuota SMA mencapai 53 rombel. Artinya, tahun ini berkurang dua rombel. Sebaliknya, kuota SMK bertambah dari 45 rombel menjadi 47 rombel.

Ada perubahan di masing-masing jenjang. Namun, secara total jumlah rombel tetap sama seperti tahun lalu,” jelasnya.

Febrianto menerangkan, pengurangan rombel SMA dilakukan karena sejumlah sekolah tidak mampu memenuhi kuota yang diajukan pada pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya.

Sebaliknya, penambahan rombel SMK dipicu adanya pembukaan program keahlian baru di dua sekolah.

Beberapa SMA memang setiap tahun tidak mampu memenuhi daya tampung. Karena itu, usulan rombel tahun ini dikurangi,” terangnya.

Menurut dia, penentuan kuota rombel didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.

Sekolah yang tidak memiliki ruang belajar memadai tidak akan mendapat persetujuan penambahan rombel melalui data pokok pendidikan (dapodik).

Selain itu, tingginya minat siswa terhadap sekolah favorit juga menyebabkan kuota di sejumlah sekolah lain tidak terpenuhi.

Karena itu, pada SPMB tahun ini jalur domisili dibuka lebih awal dibanding tahun sebelumnya yang mendahulukan jalur afirmasi.

Calon murid harus memahami betul mekanisme pendaftaran agar tidak salah memilih jalur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Sampang Imam Abu Cholid menilai belum terpenuhinya kuota di sejumlah sekolah juga dipengaruhi faktor sebaran sekolah yang berdekatan.

Menurut dia, penambahan rombel harus diimbangi dengan kesiapan sarana dan prasarana agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

”Jangan sampai hanya menambah jumlah siswa. Kalau membuka jurusan komputer, misalnya, fasilitasnya juga harus memadai sesuai jumlah siswa yang diterima,” tandasnya. (ay/han)

 

Editor : Amin Basiri
#pagu penerimaan siswa baru #PIN SPMB #sampang