SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Arus mudik menjelang Lebaran Idul Fitri mulai terlihat di Pelabuhan Tanglok, Sampang, kemarin (16/3).
Sayangnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang tidak menyediakan pos pengamanan pada momentum Lebaran tahun ini. Alasannya, perjalanan mudik jalur laut aman.
Kabid Perhubungan Laut Dishub Sampang Iwan Heri Susanto menyampaikan, penyeberangan di Kabupaten Sampang tersentra di Pelabuhan Tanglok dengan tujuan Pelabuhan Mandangin.
Dia menilai, terjadi peningkatan penumpang kapal sejak minggu lalu.
”Anak yang mondok dan perantau mulai mudik sejak H-10 Lebaran, meskipun tidak signifikan,” katanya kemarin.
Momentum Hari Raya Idul Fitri dijadikan kesempatan warga Mandangin yang merantau untuk balik ke kampung halaman.
Iwan memprediksi, puncak arus mudik terjadi mulai kemarin hingga H-1 Lebaran dengan lonjakan penumpang hingga 30 persen.
Meningkatkan jumlah penumpang berdampak pada armada kapal yang biasa beroperasi. Jika hari biasanya jumlah kapal hanya 15 armada, bertambah hingga puluhan ketika momentum Lebaran. Jika beroperasi semua, ada 23 kapal.
”Mereka beroperasi pagi dan sore ketika ada lonjakan penumpang seperti hari raya dan jumlah kapal bertambah,” jelasnya.
Iwan mengungkapkan, arus transporasi laut tidak sepadat jalur darat. Namun, momentum tersebut bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Meski begitu, pihaknya tidak membuat pos pengamanan meski ada peningkatkan penumpang.
”Untuk pos pengamanan tidak ada. Saya rasa jalur perairan laut aman,” ungkapnya.
Operator Pelabuhan Mandangin Mohammad Jalil menyampaikan, rute kapal di Pelabuhan Mandangin berasal dari Kabupaten Sampang dan Probolinggo.
Sejauh ini penumpang yang hilir mudik terbilang normal, yakni sekitar 120 hingga 150 penumpang untuk 12 kapal. Jumlah penumpang bisa bertambah tiga kali lipat saat puncak mudik Lebaran.
”Kalau sekarang yang menyebrang hanya untuk yang mau belanja. H-2 Lebaran biasanya meningkat karena mayoritas dari perantauan pulang,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri