SAMPANG, RadarMadura.id – Lima desa di Kabupaten Sampang kecipratan program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa). Anggaran yang diterima setiap desa tidak sama. Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan Pemprov Jatim itu mencapai Rp 800 juta lebih.
Hingga Senin (11/8), program Jatim Puspa belum disalurkan kepada penerima. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang berdalih masih menunggu hasil verifikasi terhadap keluarga penerima manfaat (KPM).
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PKM) DPMD Sampang Abd. Hadi Purnomo mengatakan, ada lima desa yang mendapatkan program Jatim Puspa. Pagu anggaran setiap desa tidak sama. Menurutnya, alokasi yang ditentukan Pemprov Jatim bersifat sementara.
Baca Juga: Tersandung Kasus Dugaan Penggelapan dan Jual Beli Tanah, ASN DPUPR Sampang Diberhentikan Sementara
Saat ini, pihaknya sedang melakukan verifikasi data penerima program di setiap desa. ”Pagu anggaran Jatim Puspa dari pemprov sudah ditentukan. Tapi, penerimanya belum diverifikasi ke lapangan. Jadi, belum pasti akan cair berapa ke masing-masing desa,” katanya.
Menurutnya, jumlah KPM Jatim Puspa setiap desa belum diketahui. Sebab, masih menunggu hasil verifikasi. Verifikasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data KPM. ”Takut dobel dan sebagainya,” ujarnya.
Hadi memastikan program ini bakal terealisasi tahun ini. Pemprov Jatim menargetkan program harus tuntas Desember. Dia menjelaskan, anggaran tidak akan diberikan berupa uang tunai. Tapi, disalurkan dalam bentuk barang pada setiap penerima untuk digunakan sebagai pengembangan usaha.
”Nilai barang yang akan diberikan pada KPM jumlahnya Rp 2,5 juta,” terangnya.
Baca Juga: Beasiswa PKN STAN Kabupaten Sampang Sasar Empat Orang
Ketua Panitia Jatim Puspa Desa Banjar Talela Subaidi mengutarakan, pagu anggaran yang diterima sebesar Rp 170.000.000. Anggaran itu diperuntukkan pada 60 penerima. Setiap penerima mendapat Rp 2,5 juta. Sisanya, dimanfaatkan untuk honor petugas.
Saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi data penerima program tersebut. Sasaran program Jatim Puspa ditentukan oleh Pemprov Jatim yakni graduasi PKH.
”Bantuan Jatim Puspa berupa barang. Nanti bergantung potensi usaha yang akan dikembangkan oleh KPM,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hendriyanto