SOCRATES
Memahami segala kekuranganmu
Adalah bukti bahwa sunyi menatap sebelah mata.
Aku terpaksa melawan segerombolan lelah
Hanya ingin dapat meski tanpa semangat
Agar kelak tubuh tak berkelahi
Di tengah kesunyian hari.
Kedunguanmu yang tak sempat kubaca
Telah membawa lelah
Dalam ribuan tawa.
Dulu guraumu yang menghantarkan cemas
Kini jadi angan dalam kenangan.
Sesengguhnya tubuh tak tahan
Hanya saja aku terpaksa.
Pehas,2026
RAYUAN
Rayuan kata di kala senja mengumpulkan kening
Membuatmu tidak masih termenung
Kupeluk tidakmu agar dapat tertunduk
Sambil kulukai sekitar rumahnya tuhan.
Lalu kubungkamkan mulut
Agar mimpimu merangkai kisah angan.
Ketika tuhan memanggil segala
Aku terbangun sebelumnya
Sambil kata kuteduhkan dalam anganmu
Agar tidak dapat membisu.
Lukman,2026
KELERENG
Di pinggir kesunyian pantai
Ia berdiri tangannya memanggil
Pada mereka yang melangkah
Dengan arah tak sampai tujuan.
Waktu telah memotong ribuan angan
Dan mereka nyerah sebagai pecundang
Tapi ia datang sebagai bara
Yang menyalakan segala cahaya.
Sunyi telah berkeliaran di alamatnya
Tanpa mengucap satu kata
Mereka bubar di kejauhan senja.
Lubtara,2026
KORAN
Tubuhmu terdampar di kesunyian jiwa
Tangannya yang berusaha menarik mata
Agar hati dapat menyapa.
Kini rumahku telah runtuh di kediaman waktu
Berdiri tegak sunyi memandangmu
Sebagian menjadi bara api
Yang mereka ingin tanpa angin.
Bukan lelah tak mau
Memandang gembira di terik matahari
Tapi ini segala menerangkan kemampuan
Yang masih ingin tertidur dalam angan.
Perpustakaan, 2026
PESAN YANG TAK TERSAMPAIKAN
Kuapungkan kata melalui nyawa
Merapal hati yang ingin tersampaikan
Dan menghaturkan harap
Agar cepat sunyi dalam gelombang senyap.
Tubuhku memaksa ingatan untuk hilang
Serta paksa telah termakan oleh keadaan
Namun orang-orang menyapaku
Ketika setan menghilangkan kata mau.
Pertanyaan yang seharusnya memberi kata hura
Kini telah menjatuhkanku dalam kecewa.
Hilya,2026
HIDUP SERIBU TAHUN LAGI
Angin masih bersemayam bersama sunyi
Mengelilingi segala aliran sepi
Akan mati
Jika ada kata tidak abadi.
Tapi kini kau abadi dalam puisi
Namun tak juga dengan hidupmu.
Teruslah lahap segala tubuh penyair
Hingga mati
Hingga hidup seribu tahun lagi.
Bingung,2026
BODOH
Sudah berapa kali kata kumuntahkan
Dari awal hingga ujung
Ingatanmu tak kunjung menyadari
Betapa baiknya kata di detik itu.
Namun tak dengan kini
Karena mulutku sudah terkunci
Oleh gerakanmu yang dimainkan dalam sepi.
Yana,2026
*)Alumnus Siratul Islam. Beberapa puisinya nangkring di pelbagai media cetak maupun online.
Editor : Amin Basiri