PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Kesulitan memperoleh solar memaksa puluhan nelayan asal Desa Padelegan dan Tanjung, Kecamatan Pademawu, mendatangi kantor DPRD Pamekasan, Rabu (1/7).
Mereka mengadu kepada Komisi II setelah selama dua hari terakhir tidak bisa mendapatkan solar bersubsidi.
Perwakilan nelayan, Rico Hendriyo, mengungkapkan, sejak Selasa (30/6) mereka tidak lagi dapat menebus solar subsidi di SPBU Asem Manis, Desa Buddagan.
Meskipun, para nelayan yang datang sudah mengantongi rekomendasi pembelian.
Kondisi ini lantas membuat aktivitas melaut di dua wilayah praktis lumpuh dan mengancam mata pencaharian.
”Katanya, untuk jeriken sementara distop, sehingga nelayan sulit dapat solar. Karena dari pihak SPBU Asem Manis melarang mengisi jariken,” ungkap Rico.
Pria asal Desa Padelegan itu berharap legislatif dan pemerintah segera turun tangan mencarikan solusi agar distribusi solar bersubsidi kembali normal.
Sebab, tanpa pasokan solar, nelayan tidak dapat melaut sehingga kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
”Jadi untuk sekarang banyak nelayan tidak kerja karena solar sulit didapat,” ujarnya.
Menurut Rico, nelayan sebenarnya sudah cukup lama mengalami kesulitan memperoleh solar bersubsidi untuk bahan bakar kapal.
Namun, sejak Selasa (30/6), mereka sama sekali tidak lagi mendapat akses untuk menebus solar bersubsidi di SPBU 301 Asem Manis.
”Biasanya nelayan dikasih meskipun sedikit, tapi sejak kemarin (30/6) nelayan tidak dikasih sama sekali” tegasnya.
Setelah menerima keluhan para nelayan, Komisi II DPRD Pamekasan langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Asem Manis.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta mekanisme pendistribusian solar bersubsidi bagi nelayan, khususnya yang masuk wilayah layanan zona 301.
Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Salman Alfarisi menyebutkan, secara umum tidak terjadi pengurangan kuota pengiriman solar bersubsidi ke SPBU Asem Manis.
Namun, keterlambatan jadwal pengiriman menyebabkan pasokan sempat kosong sehingga memicu antrean panjang dan menghambat distribusi kepada nelayan.
Baca Juga: Regenerasi Atlet KBI Pamekasan Tunjukkan Hasil Positif
”Alhamdulillah, kami sudah berbincang banyak dengan pengelola, kami sampaikan problemnya dan didapatkan solusi, sejak hari ini, Rabu (1/7), nelayan bisa mengisi solar di sini. Sesuai rekomendasi barcode,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Buddagan Tri Pamungkas membenarkan bahwa penyaluran solar bersubsidi kepada nelayan sempat dihentikan pada Selasa (30/6).
Alasannya, memprioritaskan kendaraan bermotor untuk mengurai atrean yang panjang. Hal ini dilakukan setelah adanya inspeksi dari pihak kepolisian.
”Stok aman, pasokan solar 8.000 kiloliter setiap hari. Jadi kalau datang pagi, siang sudah habis,” sebutnya.
Namun demikian, berdasarkan hasil koordinasi dengan Komisi II DPRD Pamekasan, Tri mengaku ke depan akan diupayakan solusi agar kebutuhan solar bersubsidi bagi nelayan tetap terpenuhi. Meskipun, skema teknis pelaksanaannya belum ditetapkan.
”Untuk mengurai antrean panjang, pengisian jeriken kami stop dulu. Ini ada solusi, nanti disisain khusus nelayan,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti