PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang didistribusikan ke SMAN 2 Pamekasan ditolak.
Sebab, menu yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As Salman itu dinilai tidak lazim.
Menu MBG yang dikirim SPPG, yang beralamat di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, itu berupa lele mentah marinasi dan tahu-tempe ungkep. Pihak sekolah menilai, menu MBG yang diberikan rentan dibuang.
”Baru sekarang dikasih lele dan tempe mentah. Kalau dikasih ke anak-anak iya pasti dibuang. Saya konfirmasi cuman bilang maaf,” ujar Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin Senin (9/3).
Pihaknya akan mengkaji ulang keberlanjutan kerja sama dengan SPPG Yayasan As Salman dalam program MBG ke depan.
Jika dapur tersebut sanggup untuk menyesuaikan dengan standar, maka kerja sama akan diteruskan. Namun jika tidak, akan diputus.
”Permasalahan sebelumnya ada ulat di sayur, itu kami anggap biasa dan tidak umbar-umbar ke lainnya. Jus sudah basi sampai siswa-siswa muntah kami diam,” tegasnya.
Sementara Ahli Gizi SPPG Yayasan As Salman Fikri Muttawakil mengeklaim, pemberian menu lele mentah marinasi tersebut untuk mencegah pengurangan protein.
Sementara jika diungkep akan mengurangi kandungan zat gizinya.
”Lele marinasi itu bertahan sampai satu hari. Memang kami pakai lele itu untuk mencukupi protein hewaninya. Jadi itu aman, sebelum kami melakukan pendistribusian, kami training dulu di dapur,” tuturnya.
Pihaknya telah melakukan klarifikasi perihal penolakan menu MBG yang disalurkan di SMAN 2 Pamekasan.
Namun, pihaknya menyesalkan karena penolakan itu diumbar ke publik dan menjadi viral.
Sementara paket lain, yang pernah didistribusikan tidak dipersoalkan.
”Kami beri opsi, untuk paket MBG yang lain, seperti roti pizza, susu, telur dua, dan buah naga, untuk didistribusikan hari ini, tapi juga tidak mau,” ujarnya.
Dia mengeklaim pihak SPPG telah menawarkan kerja sama kepada pihak sekolah untuk melakukan pengiriman.
Namun, hingga kini tawaran tersebut belum menemukan titik temu dan pihak sekolah masih melakukan musyawarah internal.
”Sudah kami tawarkan untuk ganti menu, karena kami juga punya tanggung jawab ke BGN untuk menyalurkan MBG,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti