Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kemensos Diam-diam Temui KPM Telusuri Dugaan Penyimpangan Bantuan PKH

Amin Basiri • Kamis, 15 Januari 2026 | 05:32 WIB
Ilustrasi dugaan penyimpangan PKH
Ilustrasi dugaan penyimpangan PKH

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kementerian Sosial (Kemensos) dikabarkan menurunkan tim ke Kabupaten Pamekasan.

Tujuannya untuk menelusuri dugaan penyimpangan bantuan program keluarga harapan (PKH).

Tim Kemensos diam-diam juga sudah menemui keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah lokasi.

Informasi yang dihimpun koran ini, tim Kemensos menyelidiki kasus ini sejak Rabu (7/1) hingga Jumat (9/1).

Selama tiga hari, mereka disebut melakukan penelusuran langsung terkait pelaksanaan PKH yang tengah jadi sorotan.

Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sempat bertemu tim dari Kemensos pada Kamis (8/1). Tidak ada keterangan substansial yang disampaikan.

Tim berdalih masih menyisir sejumlah lokasi dan belum bisa memberikan jawaban apa pun.

”Tunggu setelah dari lapangan,” kata pria yang disebut-sebut sebagai ketua tim yang menelusuri dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) itu. Hingga kini, hasil penelusuran tersebut belum disampaikan kepada publik.

Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Jawa Timur VI Hanafi terkesan menghindar saat dihubungi JPRM, kemarin (14/1).

Dia tidak merespons saat dimintai keterangan terkait kehadiran tim dari Kemensos di Bumi Pamelingan.

Terpisah, Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Pamekasan Slamet Riyadi menilai bahwa kedatangan tim Kemensos ke Kota Gerbang Salam diduga bocor.

Kondisi tersebut rawan pengondisian, terutama terhadap KPM yang menjadi sasaran klarifikasi. 

Menurut Slamet, jika proses penelusuran tidak mendadak dan independen, maka sulit memastikan temuan di lapangan benar-benar objektif.

Slamet menyebut kekhawatiran tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan lintas sektor terkait dugaan penyelewengan PKH di Pamekasan. 

”Kalau seperti itu berarti kan sudah ada yang mengatur. Kami keberatan, karena berpotensi ada ketidakjujuran dalam penanganan kasus PKH ini,” tukasnya. (afg/bil)

Editor : Amin Basiri
#kemensos #pamekasan #kpm