SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Pemkab Pamekasan mengalokasikan anggaran Rp 2 miliar untuk Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Namun, anggaran pembangunan tersebut gagal direalisasikan karena terdampak efisiensi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan Muharram mengatakan, proyek pembangunan sarana pendidikan tersebut gagal digelar tahun ini.
Kemungkinan, program tersebut direalisasikan pada tahun depan. ”Kemungkinan tertunda dan dilakukan tahun depan," katanya.
Menurut dia, anggaran yang bersumber dari APBD Pamekasan tersebut semula bakal digunakan untuk membangun gedung manajemen informatika. Rencana awal, pemkab bisa menuntaskan pembangunan hingga tiga lantai.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Polinema Pamekasan Molor
Namun, pada akhirnya, anggaran yang tersedia hanya untuk satu lantai. ”Tapi terdampak efisiensi," tambahnya.
Dijelaskan, Pemkab Pamekasan dan Polinema melakukan nota kesepahaman untuk pemberian hibah pada tahun 2021. Syaratnya, harus memenuhi beberapa sarana prasarana.
Misalnya, pembangunan gedung akuntansi pada 2022. ”Namun, akibat terdampak efisiensi proses pemenuhan sarana prasarana kembali molor," ucapnya.
Staf Administrasi Perencanaan Polinema Kampus Pamekasan Aliyil Farmadi mengaku akan tetap menghormati keputusan pemkab. Tapi, dia tidak menampik bahwa sarana pendidikan tersebut sangat dibutuhkan.
Baca Juga: SMAN 4 Pamekasan Gelar HUT Ke-54, Momentum Gali Potensi dan Prestasi
”Kalau ketentuan pemkab seperti itu kami hormati. Jika ditunda pada 2026, semoga ada tambahan anggaran," pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hendriyanto