PAMEKASAN, RadarMadura.id – Ketersediaan kontainer sampah di pasar tradisional yang ada di Pamekasan belum merata.
Akibatnya, banyak sampah yang menumpuk di setiap sudut pasar.
Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi mengatakan, institusinya menggandeng pengelola tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) saat melakukan pengelolaan sampah.
Sebab, jumlah kontainer sampah terbatas. ”TPS 3R ini di bawah naungan DLH,” katanya.
Menurut dia, seharusnya 12 pasar tradisional yang ada di Pamekasan dilengkapi fasilitas kontainer sampah. Namun, yang tersedia saat ini baru empat pasar.
”Yakni, Pasar 17 Agustus, Gurem, Blumbungan, dan Kolpajung,” imbuhnya.
Handiko memaparkan, sampah yang ada di pasar tidak hanya berasal dari pedagang.
Namun, sebagian ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Sampah itu sengaja dibuang ke pasar.
”Misalnya seperti di Pasar Pakong. Bahkan, kalau malam PKL menumpuk sampah di pojok pasar,” ucapnya.
Meski begitu, dia berjanji akan segera menyediakan kontainer sampah.
Institusinya nanti akan melakukan pengajuan agar pasar yang lain segera dilengkapi kontainer sampah.
”Akan kami ajukan kembali, minimal satu pasar dapat kontainer sampah,” paparnya.
Sementara itu, Kepala DLH Pamekasan Supriyanto menyatakan, di pasar tradisional semestinya memang dilengkapi fasilitas tempat penampungan sampah sementara.
”Sehingga, petugas bisa dengan mudah mengangkut sampah,” jelasnya.
Menurutnya, tahun ini institusinya melakukan pengadaan kontainer sampah.
Anggaran senilai Rp 180 juta tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli tiga kontainer sampah.
”Namun, akan kami taruh di TPS 3R. Sebab, itu prioritas kami,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta