PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Pamekasan tidak mudah.
Pasalnya, anggaran yang dialokasikan pemerintah sangat minim. Tahun ini hanya Rp 75 juta untuk tiga destinasi wisata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Fathorrachman menyampaikan, anggaran untuk destinasi wisata dipastikan ada.
Alokasi tahun ini tidak ada penambahan anggaran. ”Tapi, ya hanya untuk tiga wisata yang kami kelola,” katanya.
Tiga wisata yang dikelola tersebut Pantai Talang Siring, Ekowisata Mangrove Lembung, dan Pantai Jumiang. Setiap destinasi wisata mendapatkan dana pemeliharaan Rp 25 juta.
”Iya, itu hanya untuk satu tahun. Gimana mau eksis dengan anggaran segitu,” keluhnya.
Fathor tidak memungkiri kondisi wisata di bawah masih memprihatinkan. Terutama dari segi sarana prasarana banyak yang rusak.
Sementara anggaran yang bersumber dari APBD tersebut hanya mampu untuk perawatan ringan.
”Anggaran ini hanya cukup untuk pengecatan,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk menarik pengunjung harus dipenuhi dengan sarana prasarana yang memadai.
Hingga saat ini pihaknya masih mengandalkan inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata.
”Jelas sangat berdampak pada PAD, tapi kami akan upayakan dengan inovasi yang ikhtiar kami PAD-nya meningkat,” jelasnya.
Sementara Pengelola Talang Siring Kholifatus Zahroh menyampaikan, anggaran pemeliharaan wisata tersebut tidak akan cukup. Sebab, pihaknya berniat merenovasi wisata mangrove.
”Tapi, akan kami maksimalkan. Mungkin hanya sebagian mangrove yang akan kami renov,” katanya. (ay/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta