PAMEKASAN, RadarMadura.id – Trotoar tidak hanya menjadi fasilitas bagi pejalan kaki. Namun, juga mempercantik penataan kota.
Program revitalisasi fasilitas umum tersebut tahun ini tidak dianggarkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Amin Jabir mengeklaim, alokasi anggaran untuk lembaganya terbatas. Sehingga, dimanfaatkan untuk program prioritas.
”Anggaran yang diajukan dan yang dialokasikan tidak sesuai,” ujarnya.
Anggaran yang dialokasikan Rp 210 miliar. Termasuk untuk program pemeliharaan trotoar. Namun, usulan anggaran tersebut tidak terpenuhi.
”Sedangkan yang disetujui hanya Rp 12,3 miliar,” ujarnya.
Mantan kepala DLH Pamekasan itu mengakui program revitalisasi trotoar sangat dibutuhkan untuk memfasilitasi pejalan kaki. Serta untuk mendukung penataan kota lebih bagus.
”Tahun ini tidak ada anggaran untuk trotoar,” paparnya
Pihaknya berencana akan memperbaiki pemasangan trotoar dengan tipe baru.
Yakni, dengan konsep model paving baru. Di antaranya, memiliki fungsi yang tahan destruksi.
”Secara kekuatan akan lebih tahan lama, 5–10 tahun paving ini tidak akan rusak. Hanya minusnya tidak mengkilap,” ungkapnya.
Presiden Mahasiswa IAIN Madura Syamsul Arifin menyatakan pemenuhan trotoar yang layak belum merata.
Pemerintah belum memiliki masterplan yang baik untuk penataan kota.
”Seperti trotoar di jantung kota, hanya di sisi barat saja yang diperbaiki. Sedangkan sisi lain tidak. Seandainya pemerintah mampu mengelola pendapatan daerah dengan baik, maka penataan kota di Pamekasan akan sesuai harapan masyarakat,” tandasnya. (ay/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta