PAMEKASAN, RadarMadura.id – Capaian retribusi destinasi wisata yang dikelola Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan rendah.
Realisasi hingga triwulan kedua hanya Rp 22.889.800 atau 22,89 persen. Padahal, targetnya Rp 100 juta.
Kabid Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahrie mengatakan, retribusi bersumber dari tiga destinasi wisata binaan.
Yakni, Wisata Pantai Jumiang, Pantai Talang Siring, dan Ekowisata Mangrove Lembung.
Dia mengungkapkan, rendahnya realisasi retribusi wisata karena beberapa faktor.
Di antaranya, saat bulan Ramadan, tempat wisata tidak beroperasi karena fasilitas diperbaiki.
”Saat itu, kenaikan tiket Rp 5 ribu per orang juga belum berlaku,” ungkapnya.
Zahrie meyakini, ke depan realisasi retribusi bisa naik dan target tercapai. Saat ini kenaikan tiket wisata sudah berlaku.
Pihaknya juga akan menerapkan aplikasi e-ticketing. Pihaknya akan segera me-launching tiket nontunai.
Dia memaparkan, pihaknya akan berusaha untuk mencapai target yang sudah ditentukan.
”Itu salah satu langkah kami. Pokdarwis juga bergerak seperti mengadakan event. Itu juga membantu meramaikan tempat pariwisata,” paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menilai, capaian retribusi PAD wisata sangat rendah.
Dia meminta tidak hanya mengandalkan event yang digelar pokdarwis. Kacong Cebbhing juga harus dilibatkan dalam mempromosikan pariwisata.
”Kesannya pemkab tidak serius, apalagi sudah ada Kaceb. Tugasnya harus jelas dan segera dilaksanakan,” pungkasnya. (ail/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta