Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pintar Melihat Peluang Bisnis, Jaka Kundaly Buka Usaha Jasa Kurir, Kini Miliki Ratusan Kurir dengan Pendapatan Belasan Juta Sebulan

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 27 Januari 2024 | 16:50 WIB

PELAYANAN: Jaka Kundaly Founder Ojol Jasku saat memberikan arahan kepada pegawainya di Jalan Sersan Mesrul Jumat (26/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
PELAYANAN: Jaka Kundaly Founder Ojol Jasku saat memberikan arahan kepada pegawainya di Jalan Sersan Mesrul Jumat (26/1). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Memulai usaha butuh keyakinan, ketekunan, dan konsistensi. Sebab, pilihannya hanya dua, yaitu gagal atau berhasil.

Bangunan berukuran 4x6 meter warna kuning kombinasi hitam berdiri kokoh di Jalan Sersan Masrul, Kelurahan Gladak Anyar.

Tempat itu disebut basecamp oleh Jaka Kundaly yang merupakan founder ojek online (ojol) Jasa Kurir (Jasku).

Jaka tinggal di rumah berpagar hitam yang berada di samping besecamp. Sehingga, dia langsung mengarahkan Jawa Pos Radar Madura untuk memarkirkan kendaraan di depan rumahnya.

Baca Juga: Meresahkan! Pengamen Asal Surabaya Bawa Sajam, Polres Bangkalan Amankan saat Hendak Mencuri di Rumah Warga

Dia menceritakan awal mula merintas usaha yang bergerak di bidang jasa tersebut. Jaka menilai usaha jasa ojol di Sampang dan Sumenep cukup menjanjikan.

Sehingga, dirinya termotivasi untuk membuka usaha yang sama di kota kelahirannya, Pamekasan.

Sebelum usahanya dimulai, Jaka mencari informasi tentang keberadaan ojol lokal. Hasilnya, ternyata memang sudah ada.

Namun, pelayanannya kurang maksimal karena respons terhadap customer terbilang cukup lama.

Lalu, saya berinisiatif mendirikan ojol dengan sistem dan tata kelola yang baik,” ungkap Jaka.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Si Jago Merah Jilat Tembakau Siap Kirim, Kerugian Ditaksir Rp 4 Miliar

Usaha itu dirintis pada awal Agustus 2020. Dia rela resign dari perusahaan swasta yang menjadi tempat bekerja sebelum memulai karier membuka usaha yang bergerak di bidang jasa. Awalnya, pilihan tersebut ditentang oleh istrinya, Faizatul Mukarromah.

Karena pendapatannya tidak pasti seperti saat dirinya bekerja di perusahaan sebelumnya. Waktu itu tantangannya istri, dia keberatan saya resign dan memilih usaha yang tidak jelas ini. Tapi, saya meyakinkan istri kalau usaha ojol lokal ini bisa meledak viral pada masanya nanti,” kata Jaka.

Jaka mencoba mempromosikan usaha jasanya di media sosial (medsos) Instagram. Juga, menggunakan jasa selebgram untuk membantu promosi.

Pelan tapi pasti, usaha ojol yang dirintis akhirnya mulai dikenal warga Kota Gerbang Salam.

Baca Juga: GMNI Pamekasan Ajak Pemuda Kawal Pemilu Damai Berkeadilan, Nadi Mulyadi: Tidak Selalu Benar kalau Gen Z Apatis  

Di awal usahanya, pendapatan yang diperoleh dari usaha itu hanya Rp 400 ribu–Rp 500 ribu dalam sebulan. Sedangkan kurirnya hanya tiga orang, termasuk Jaka sendiri yang merangkap sebagai admin.

Saat ini Jasku sudah memiliki 147 kurir. Sedangkan selama sebulan pendapatan yang diperoleh mencapai puluhan juta. Dalam sehari rata-rata pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 400 ribu–Rp 450 ribu.

Rekrutmen kurir tidak dilakukan sembarangan. Kurir yang dipekerjakan harus tahu tata bahasa dan tata krama yang baik sehingga kepuasan customer dari pelayanan usahanya maksimal.

Jaka menceritakan, kejadian yang paling berkesan dari usaha yang dikembangkan terjadi saat awal usahanya berdiri. Yakni, saat pandemi Covid-19. Saat itu dirinya rela bolak-balik ke rumah sakit untuk mengantarkan pesanan customer.

Baca Juga: Masyarakat Pamekasan Beli Benih Ikan Hanya pada Momen Tertentu, Target PAD BBI Stagnan

Yang lain pada takut, kami malah berani sampai ditegur oleh petugas rumah sakit karena waktu itu harus ada prosedur yang dilakukan,” jelas alumnus SMAN 5 Pamekasan ini.

Ayah dari dua anak ini mengatakan, niat awal membangun usaha ini murni untuk memudahkan customer dan membantu kurir untuk mendapatkan pekerjaan.

Juga, bisa meringankan aktivitas masyarakat. Pihaknya berharap bisa berekspansi di tiga kabupaten lainnya di Madura,

”Untuk membangun usaha harus ulet, tekun, dan siap dengan risikonya,” pungkasnya. (ail/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#resign #Trending #peluang bisnis #Pelayanan #rumah sakit #pendapatan #kendaraan #usaha jasa #Covid - 19 #Tekun #Customer #kurir #medsos