Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Menyoal Musik DJ di Sumenep: Tradisi Sufi, Agama, dan Modernitas

Ina Herdiyana • Selasa, 21 Januari 2025 | 04:50 WIB
HB. HASAN UNTUK JPRM
HB. HASAN UNTUK JPRM

Oleh HB. HASAN

PENOLAKAN pergelaran musik DJ (disc jockey) di Sumenep memantik polemik hingga saat ini. Namun, kami tidak ingin masuk ke wilayah syariah yang identik dengan persoalan halal haram.

Kami bukan pakar tafsir, bukan pula mujtahid yang hafal 1.000 hadis mutawatir. Kami memilih masuk ke wilayah perdebatan mengenai asal-usul musik tersebut.

Seorang kawan karib mengatakan, musik ini mirip ritual sema. Konon, sema ini dulu diperkenalkan sufi masyhur Jalaluddin Rumi. Saat ujung jubah para penari darwis berputar-putar, maka itulah petanda mereka sedang merayakan tradisi sufi ala Rumi.

Sejurus kemudian, seorang kawan bertanya, bukankah musik DJ dan sema mampu membangkitkan gairah manusia untuk menari? Membawa manusia pada spektrum kesadaran tertentu dan bisa jadi mereka pun tak paham.

Bukankah dimensi ilahiah itu berada di luar kesadaran? Jadi, klaim musik agamais itu tidak sepenuhnya rasional.

Kawan di ujung berusaha menenangkan keadaan. Sebab, pembicaraan mulai naik ke level tiga. Apakah memang ada musik Islam dan musik kafir? Ini pertanyaan sulit. Genealogi musik ditarik ke urusan agama. Padahal, musik itu mutlak sekuler. Ia produk akal budaya.

Sama saja ketika dulu Gusdur dengan terang-terangan dan tanpa tedeng aling-aling membela Inul Daratista saat ”dilabrak” Rhoma Irama. Maka, kalau sekarang ada yang membela Almira Berto, apa hukumnya?

Loh, ini persoalan sebenarnya apa? Bukankah kebudayaan kita dewasa ini mudah menerima segala jenis asesori kebudayaan barat? Walaupun sering kali para orang tua bersikap permisif.

Buktinya, anak-anak itu dibiarkan bebas mengakses konten medsos. Nyaris tanpa filter. Akhirnya harus diakui, kebudayaan kita ini kalah bersaing dengan kebudayaan yang dianggap haram itu. (*)

*) Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sumenep

Editor : Ina Herdiyana
#islam #Polemik #disc jockey #musik dj #sema #modernitas #opini #sufi #Jalaluddin Rumi