
SUMENEP, RadarMadura.id – Rencana pembangunan gudang baru di aglomerasi pabrik hasil tembakau (APHT) yang terletak di Kecamatan Guluk-Guluk terkendala keterbatasan anggaran.
Akibatnya, kapasitas bangunan yang akan dibangun lebih kecil dibanding gedung sebelumnya dan diperkirakan hanya mampu menampung dua perusahaan rokok (PR).
Plt Kabid Perindustrian DKUPP Sumenep Didik Prayitno menuturkan, anggaran fisik yang tersedia untuk pembangunan gudang baru hanya sekitar Rp 1,6 miliar.
Dia menilai, nominal tersebut tidak mencukupi untuk membangun gudang dengan kapasitas besar, terlebih harga material baja saat ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
”Permasalahannya ada di harga baja, itu naiknya berkali lipat,” tuturnya.
Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta pembangunan tetap dilaksanakan menyesuaikan kemampuan anggaran yang ada.
Sebab itu, desain gudang dibuat lebih kecil disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Didik menyatakan, gudang dengan kuruan sekitar 240 meter persegi hanya untuk menampung dua PR sesuai dengan ketentuan dari Bea Cukai.
Sementara gudang berukuran 320 meter per segi dapat digunakan hingga empat PR.
”Kalau gedung yang akan dibangun tahun ini panjangnya sama dengan gedung yang lama, tetapi lebarnya lebih kecil, sehingga kapasitasnya hanya cukup untuk dua PR. Kalau empat gedung yang telah dibangun sebelumnya itu dapat memuat empat PR,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




