RadarMadura.id— Belakangan ini jagat media sosial diramaikan kabar bahwa pendaftaran CPNS 2025 segera dibuka pada September mendatang.
Bahkan, sejumlah akun menampilkan jadwal lengkap berikut tautan pendaftaran yang tampak meyakinkan. Informasi tersebut cepat menyebar dan memicu antusiasme banyak pencari kerja.
Sayangnya, setelah diperiksa, klaim tersebut hanyalah jebakan. Tautan yang beredar tidak mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke laman palsu yang meminta data pribadi.
Padahal, pendaftaran CPNS hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN BKN dan kanal resmi instansi. Artinya, kabar pembukaan CPNS 2025 bukan saja menyesatkan, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat yang tergiur mengikuti instruksi palsu.
Meski kabar bohong sempat mengecewakan, ada kabar baik dari pemerintah. Persiapan rekrutmen CPNS 2026 mulai dikonfirmasi.
Anggaran khusus sudah disiapkan untuk menunjang seleksi, termasuk penambahan kuota di sejumlah daerah.
Pemerintah bahkan menargetkan pembukaan 300–400 ribu formasi pada tahun depan, jumlah yang lebih besar dibanding periode sebelumnya.
Menariknya, formasi 2026 tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sarjana. Sama seperti seleksi 2024, lulusan SMA dan SMK juga masih berpeluang besar.
Instansi seperti Basarnas, Kejaksaan RI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, hingga Otorita IKN diprediksi kembali membuka posisi untuk jenjang pendidikan tersebut.
Formasi populer seperti penjaga tahanan, teknisi mesin, AVSEC bandara, hingga pemadam kebakaran kemungkinan besar tersedia.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba peruntungan, mempersiapkan diri sejak sekarang adalah langkah bijak.
Regulasi terbaru menetapkan syarat dasar, mulai dari usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun, tidak pernah tersangkut kasus pidana berat, tidak sedang berstatus sebagai ASN, TNI, atau Polri, hingga kewajiban siap ditempatkan di seluruh Indonesia.
Selain itu, kesehatan jasmani dan rohani serta latar belakang pendidikan yang sesuai formasi juga menjadi syarat mutlak.
Pelamar juga perlu melengkapi dokumen penting seperti Kartu Keluarga, KTP, ijazah, transkrip nilai, pasfoto, serta dokumen tambahan sesuai kualifikasi jabatan.
Semua berkas ini nantinya akan diunggah ke sistem SSCASN BKN, satu-satunya portal resmi pendaftaran CPNS yang wajib dipantau agar tidak ketinggalan pengumuman.
Kejadian hoaks CPNS 2025 menjadi pelajaran penting agar masyarakat lebih waspada. Alih-alih mudah percaya pada unggahan media sosial, calon peserta sebaiknya fokus menyiapkan diri menyongsong peluang emas CPNS 2026.
Dengan jumlah formasi besar yang sudah diproyeksikan pemerintah, kesempatan menjadi ASN terbuka lebih lebar bagi berbagai jenjang pendidikan. (fadila)
Editor : Fadila An Naila