SAMPANG, RadarMadura.id – Polres Sampang harus bekerja lebih keras dalam menyelidiki kasus pencabulan di Kecamatan Robatal.
Pasalnya, pelaku utama dalam kasus asusila ini belum terendus. Korps Bhayangkara baru mengamankan satu pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, laporan dugaan pencabulan terus didalami. Pihaknya berhasil mengamankan seorang perempuan yang diduga terlibat kasus tersebut. ”Tapi, kami belum bisa sampaikan dulu identitasnya,” katanya.
Menurutnya, saat ini tim sedang bekerja untuk menyelidiki perkara itu. Pihaknya sudah memeriksa seorang saksi. ”Tapi, yang bersangkutan juga korban, bukan bagian dari kelompok pelaku pencabulan,” tuturnya.
Hartono mengaku kesulitan untuk mengendus pelaku utama. Dia berdalih, nomor pelaku utama tidak aktif.
Tapi, dia berjanji perkara yang dilaporkan pada institusinya akan diproses sebagaimana mestinya.
”HP pelaku utama tidak aktif. Tapi, ini menjadi beban jika perkara ini tidak terungkap,” bebernya.
Ketua LBH Janur Sampang Andi Subahri mengaku sudah mengetahui pelaku yang diamankan polisi.
Yakni berinisial BL. Dia orang yang mengajak korban pergi ikut pengajian. ”Tapi sampai sekarang, kami tidak menerima SP2HP dari penyidik,” ucapnya.
Pihaknya menyayangkan karena polisi belum menangkap pelaku utama. Karena itu, Andi meminta Polres Sampang transparan dalam mengungkap perkara tersebut. Menurutnya, pelaku yang diduga terlibat dalam kasus ini sekitar empat orang.
”Pelaku utamanya satu orang. Kami berharap, penyidik menangani perkara ini dengan serius dan akan kami pantau terus profesionalisme kinerja penyidik,” tegasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri