Puluhan mobil pengangkut tembakau dari berbagai wilayah Pamekasan mulai memasuki salah satu gudang di Jalan Raya Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, Selasa (16/8). Dalam sehari, pembelian tembakau petani ditarget 700 bal atau sekitar 30 ton.
Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) Khairul Umam menuturkan, harga masih bersifat sementara. Jika kualitas tembakau semakin baik, tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan harga.
P4TM membeli hasil tembakau lebih awal agar tidak terjadi penumpukan komoditas yang dijadikan sebagai bahan merokok tersebut. Dengan begitu, petani bisa langsung menikmati hasil jerih payahnya. ”Kalau semakin lama, tentu akan jadi penumpukan,” ungkapnya.
Salah seorang petani Pamekasan Moh. Jufri, 51, mengaku, pembelian tembakau oleh P4TM cukup membantu. Utamanya, bagi para petani yang memulai tanam tembakau lebih dulu. Apalagi, sampel tembakau yang disodorkan petani kepada P4TM juga dibeli.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi para pembeli tembakau lain. ”Kalau seperti ini, petani juga ikut untung karena sampel juga ikut ditimbang,” ujar Jufri kepada Jawa Pos Radar Madura.
Deklarasi P4TM awal Agustus lalu diharapkan tidak sekadar simbol. Tetapi, menjadi alat dalam memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau di Pulau Madura. ”Semoga panen tahun ini bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” harap Jufri. (afg/luq) Editor : Abdul Basri