PAMEKASAN, RadarMadura.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura kian matang dalam penguatan kualitas perguruan tinggi.
Berbagai program berhasil dilaksanakan tahun ini. Mulai dari sisi akademik maupun nonakademik.
Kampus yang terletak di Jalan Raya Panglegur, Pamekasan, itu semakin siap untuk segera alih transformasi dari institusi menjadi universitas.
Percepatan rancangan yang dibutuhkan dalam menopang proses transformasi menuju UIN Madura dikebut.
Rektor IAIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd menyadari bahwa upaya itu tidak mudah untuk dilakukan.
Namun, kampus memiliki komitmen yang kuat untuk beralih menjadi UIN Madura. Proses dan persyaratan juga segera dirampungkan.
”Tahun 2024 adalah tahun yang penuh dengan tantangan. Salah satunya, tantangan global seperti persaingan antar perguruan tinggi di tingkat nasional atau internasional,” terang mantan ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Madura itu.
Saiful menjadikan tantangan tersebut sebagai corong penyemangat untuk terus berbenah.
Karena itu, dia memastikan bahwa kampus yang dia pimpin segera bertranformasi menjadi UIN Madura. Sehingga, mampu memberikan dampak yang positif.
”Dengan alih status, kami berharap kampus bisa memberikan dampak yang lebih luas lagi terhadap masyarakat di Madura dan Indonesia pada umumnya. Tentunya, dengan komitmen memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.
Saiful menjelaskan, terdapat tiga komponen dasar yang diinginkan kampus dalam rangka memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat.
Pertama adalah konsep taneyan yang fokus untuk mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama.
”Untuk pemuliaan cara beragama yang moderat, cara pandang sebuah taneyan menjadi kerangka dasar untuk membangun sebuah kultur akademik. Tentunya, hal itu disesuaikan dengan nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.
Kedua, memiliki perhatian yang kuat terhadap ekososio maritim untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura.
Kampus berkeinginan untuk menjadikan laut sebagai matra pengembangan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.
”Kita tahu bahwa Madura juga kaya akan obat-obatan sebagai potensi lokal. Kekayaan itu diharapkan bisa diimplementasikan dengan teknologi yang kuat dan tepat guna,” tegas alumnus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan itu.
Ketiga, aspek kemajuan teknologi informasi. IAIN Madura juga memiliki tujuan agar platform digitalisasi menjadi sarana kampus dalam berkontribusi.
Tentu, upaya-upaya itu bisa terealisasi melalui kolaborasi dari semua pihak.
”Menatap 2025, IAIN Madura dituntut untuk merealisasikan pondasi perkembangan dan perubahan yang lebih terukur. Yaitu, mendorong program studi yang belum unggul agar terakreditasi internasional. Sehingga, mampu menjamin lulusan berdaya saing,” tandasnya. (afg/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta