Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Enam Bulan Temukan 176.104 Penderita Hipertensi di Pamekasan

Berta SL Danafia • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 15:20 WIB
SEGAR: Pedagang menunjukkan buah yang bagus untuk dikonsumsi dan baik untuk kesehatan di Jalan Mesigit, Monumen Arek Lancor, Pamekasan, kemarin. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
SEGAR: Pedagang menunjukkan buah yang bagus untuk dikonsumsi dan baik untuk kesehatan di Jalan Mesigit, Monumen Arek Lancor, Pamekasan, kemarin. (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Warga yang terdeteksi penyakit hipertensi di Kota Gerbang Salam terbilang tinggi. Buktinya, dari hasil skrining yang dilakukan selama periode Januari-Juni, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menemukan ribuan masyarakat menderita hipertensi.

Kepala Bidang (Kabid) Program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Hidayat mengatakan, selama satu semester warga yang terdeteksi penyakit hipertensi mencapai ribuan. Jika dibanding 2022,  temuannya lebih banyak.

”Tahun ini selama satu semester yang terdeteksi sebanyak 176.104 jiwa, sedangkan tahun sebelumnya yakni 117.958 jiwa,” ucapnya mewakili Kadinkes.

Tingginya penderita hipertensi menjadi perhatian pemerintah. Karena hipertensi bisa menjadi pemicu kematian. Sedangkan upaya deteksi yang dilakukan yakni dengan cara screening.

”Makanya sekarang masih aktif dilakukan skrining di setiap fasilitas kesehatan (faskes) dan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) kami masih rutin melakukan skrining penyakit hipertensi,” ujarnya.

Hidayat menambahkan, penyakit hipertensi dapat menjadi pemicu kematian ketika tekanan darah penderitanya kurang baik. Sehingga menyebabkan fungsi jantung tidak maskimal. ”Dengan begitu akan menyebabkan stroke dan berakhir pada kematian,” ujarnya.

Ada beberapa waktu yang menyebabkan seseorang mengalami hipertensi. Yakni, faktor genetik, dan kurangnya menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti, jarang berolahraga dan mengonsumsi makan yang mengandung kolesterol tinggi.

Upaya pencegahan untuk menekan angka hipertensi harusnya tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Namun, juga dibutuhkan kesadaran masyarakat. Yakni, dengan cara menjaga pola makan yang baik, mengonsumsi sayur dan buah-buahan agar seimbang asupan gizinya.

”Serta yang paling utama yakni berolahraga teratur,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan menyayangkan tingginya masyarakat yang menderita hipertensi. Seharusnya dinas terkait dapat segera mengambil langkah cepat dan efektif untuk mengatasinya.

”Jika masih tinggi kan kesannya kurang serius dinas terkait mengedukasi masyarakat untuk mencegahnya. Makanya, ke depan kami menyarankan untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk mencegahnya,” ujarnya. (bai/jup)

Editor : Berta SL Danafia
#hipertensi #pamekasan #kematian #radar madura