Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Satu DPO Rudapaksa Ditangkap, Polisi Kejar 14 Terduga Pelaku Lain, Menteri PPPA Bertemu Sejumlah Pejabat di Sampang

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 14 Juli 2026 | 08:19 WIB
DIAMANKAN: Tim URC Polres Sampang saat mengamankan DPO W di Jalan Wijaya Kusuma Sampang, Minggu (12/7) malam. (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)
DIAMANKAN: Tim URC Polres Sampang saat mengamankan DPO W di Jalan Wijaya Kusuma Sampang, Minggu (12/7) malam. (POLRES SAMPANG UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Perburuan terhadap terduga pelaku kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur berinisial RR, 15, terus dilakukan Polres Sampang.

Dari 15 orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), satu pelaku berhasil diamankan.

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan, pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus persetubuhan anak di bawah umur yang diduga melibatkan 27 orang tersebut.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan 15 terduga pelaku sebagai DPO karena belum berhasil diamankan.

Baca Juga: Pemkab Bakal Kembangkan Wisata Waduk Klampis, Lakukan Kajian dan Tingkatkan Koordinasi OPD Teknis

”Terbaru, Minggu (12/7) pukul 21.00, kami mengamankan satu DPO dari 15 tersangka tersebut,” katanya.

Terduga pelaku yang diamankan berinisial W, 17. Dia ditangkap saat berada di kawasan Jalan Wijaya Kusuma atau sekitar Alun-Alun Trunojoyo Sampang.

Dengan penangkapan tersebut, total terduga pelaku yang telah diamankan polisi menjadi 13 orang. Sementara 14 orang lainnya masih dalam pengejaran petugas.

”Kami prioritaskan pengusutan kasus ini karena sudah menjadi perhatian seluruh pihak,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

Menurutnya, kasus yang melibatkan puluhan terduga pelaku itu menjadi alarm serius bagi masyarakat Kota Bahari.

Baca Juga: Open House Sekolah Rakyat di Kabupaten Sampang Ditunda, Dinsos PPPA Sebut Persiapan Belum Matang

”Ini menjadi alarm biadab bagi kita semua. Apalagi, sebagian pelaku dan korban masih di bawah umur,” katanya.

Dia berharap seluruh terduga pelaku yang terbukti terlibat mendapatkan hukuman maksimal sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, perbuatan para pelaku sangat keji karena korban diduga mendapat tekanan hingga dicekoki minuman keras.

”Ancaman hukuman maksimal perlu dipertimbangkan dengan serius karena perbuatannya sangat keterlaluan,” tegasnya.

Selain penegakan hukum, Iqbal meminta pemerintah dan pihak terkait memberikan pendampingan psikologis terhadap korban. Dengan demikian, tidak mengalami trauma berkepanjangan.

”Sampang sudah mendapat predikat kabupaten layak anak (KLA). Kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama,” tandasnya.

Kasus tersebut menjadi atensi Polda Jatim dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Menteri Arifatul Choiri Fauzi turun langsung ke Kabupaten Sampang dan bertemu sejumlah pejabat di Pendopo Pemkab Sampang Senin (13/7) sekitar pukul 14.38.

Baca Juga: Bupati Slamet Junaidi Bantu Pembangunan Rumah Enam Duafa di Desa Bringin, Tambelangan

Informasinya, menteri perempuan asal Madura itu bertemu dengan Bupati Sampang H Slamet Junaidi.

Tim dari Polda Jatim yang sebelumnya berada di Polres Sampang juga terlihat memasuki Pendopo Kabupaten Sampang.

Di antaranya, Dir PPA PPO Polda Jatim Kombes Pol Dr Ganis Setyaningrum dan KBO PPA Polda Jatim AKBP Khoiril.

Disusul Kapolres Sampang AKBP Hartono, Ps Kasatreskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim, dan KBO Satreskrim Polres Sampang Ipda Poundra Kinan Aditama.

Kunjungan itu diduga ada kaitannya dengan persoalan yang sangat memilukan tersebut.

Sayang, Menteri PPPA Arifah Fauzi tidak bisa dimintai keterangan terkait kedatangannya ke Pendopo Pemkab Sampang.

Sebab, yang bersangkutan langsung meninggalkan lokasi tanpa keterangan kepada awak media dan langsung menaiki Alphard bernopol RI 25. (bai/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#satu DPO #Berhasil Diamankan #menteri pppa #Kasus rudapaksa