BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggota Satreskrim Polres Bangkalan menindaklanjuti kasus dugaan pencurian besi antikarat tiang pancang Jembatan Suramadu.
Ada dugaan keterlibatan pihak lain yang bekerja sama dengan tujuh orang nelayan asal Gresik yang diamankan lebih awal.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyampaikan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain dalam kasus pencurian tersebut.
Termasuk, melakukan upaya pengejaran terhadap penadah.
Baca Juga: Dapur Bakal Dipungut Retribusi, DLH Bangkalan: Dongkrak Potensi PAD Kota Salak
”Kami terus melakukan pencarian keterlibatan pelaku lain, termasuk orang yang menjadi penadah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, berdasarkan keterangan dari tujuh tersangka yang sudah diamankan lebih awal itu, ada dugaan keterlibatan kelompok lain yang juga melakukan tindakan pencurian besi tiang pancang di Suramadu.
Oleh karena itu, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap semua pelaku.
”Kami masih kumpulkan bukti-bukti, tidak hanya pada pengakuan dari pelaku saja,” sambungnya.
Di samping itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak Preservasi Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jembatan Suramadu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur.
Tujuannya, untuk memastikan agar pihak pengelola mengecek besi antikarat tiang pancang yang hilang, titiknya di mana saja.
”Ada berapa titik yang hilang harus segera dicek oleh pihak pengelola dan harus segera diganti demi kemaslahatan bersama,” ucapnya.
Baca Juga: Nelayan Arosbaya Hilang, Pencairan Membutuhkan Waktu Enam Jam
Di samping itu, Polres Bangkalan melalui satpolairud akan meningkatkan kegiatan patroli di area Jembatan Suramadu.
Tujuannya, mengantispasi hal serupa kembali terjadi. Kegiatan tersebut harus didukung oleh pihak pengelola agar tidak ada tindakan pencurian besi antikarat lagi.
”Kami akan meningkatkan kegiatan patroli di perairan Jembatan Suramadu,” tambahnya.
Koran ini juga sudah berupaya menghubungi Kepala Satker PJBH Jembatan Suramadu Jawa Timur Suparyanto untuk memastikan berapa titik besi antikarat yang hilang.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi tidak tersambung. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti