PAMEKASAN, RadarMadura.id – Mulai Senin (14/7), suara peluit polisi di persimpangan jalan akan sering terdengar.
Bukan sekadar rutinitas pengaturan lalu lintas, tapi itu sebagai penanda dimulainya Operasi Patuh Semeru (OPS) 2025.
Operasi kewilayahan itu digelar serentak di seluruh Jawa Timur selama dua pekan hingga Minggu (27/7).
Satlantas Polres Pamekasan telah menyiapkan 64 personel untuk mendukung operasi rutin tersebut. Puluhan personel itu bertugas di beberapa titik.
Kasatlantas Polres Pamekasan AKP Bagus Wijanarko melalui Kanit Kamsel Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, puluhan personel nantinya akan ditempatkan di tempat strategis.
Seperti di lokasi rawan macet, rawan pelanggaran, dan kawasan yang kerap memicu kerumunan massa.
”Tujuan utama operasi ini bukan untuk menakut-nakuti atau semata menindak pelanggar. Tapi, kami ingin meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan. Termasuk, pelanggaran lainnya,” ujar Evan.
Evan percaya bahwa menegakkan aturan bukan sekadar urusan tilang, melainkan upaya menyelamatkan nyawa.
Sebab, di balik statistik kecelakaan yang muncul di laporan kepolisian, tersembunyi kisah pilu keluarga yang kehilangan orang tersayang.
”Operasi Patuh Semeru ini diharapkan bisa membangun budaya tertib berlalu lintas agar masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan itu penting. Ingat, jalan raya adalah ruang bersama dan keselamatan adalah hak semua orang,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri