RadarMadura.id — Dalam sejarah panjang bangsa Saiyan, yang dikenal dengan kekuatan tempur mereka yang tak tertandingi dan penaklukan planet, muncul legenda tentang kekuatan yang melampaui semua kekuatan: Super Saiyan.
Sementara banyak yang mengenal Goku sebagai pahlawan yang memperkenalkan kekuatan ini, sebenarnya ada seorang Saiyan yang telah lama terlupakan, Yamoshi, yang pertama kali membangkitkan kekuatan ini.
Yamoshi hidup sekitar 1.000 tahun sebelum saga Dragon Ball yang kita kenal. Dikonfirmasi oleh Akira Toriyama, pencipta seri, Yamoshi adalah salah satu dari Saiyan legendaris yang keberadaannya mendahului bahkan planet Vegeta, rumah bagi mayoritas Saiyan.
Misteri masih menyelimuti asal-usul Yamoshi dan bagaimana dia pertama kali mengakses kekuatan Super Saiyan.
Namun, Vegeta, pangeran Saiyan, pernah merujuk pada Yamoshi di salah satu bab Dragon Ball Z, menggambarkan Super Saiyan sebagai fenomena yang muncul setiap seribu tahun, yang kekuatannya dapat mengatasi tantangan terbesar.
Kekuatan Goku yang luar biasa melawan Ginyu Force dan kemudian Frieza di planet Namek akhirnya meyakinkan Vegeta tentang kebenaran legenda tersebut.
Sejak itu, transformasi Super Saiyan menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan bagi para penggemar.
Yamoshi, meskipun dikalahkan dan gugur dalam pertempuran melawan Saiyan jahat, meninggalkan warisan yang abadi.
Rohnya, yang dianggap masih berkeliaran, mencari penerus yang akan mengambil mantel Super Saiyan God.
Dengan julukan “Legendary Super Saiyan,” Yamoshi tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Saiyan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi Saiyan yang akan datang.
Dalam perjalanan panjang seri Dragon Ball, Yamoshi tidak hanya menjadi bagian dari narasi utama tetapi juga muncul dalam berbagai proyek yang memperkaya semesta ini.
Dalam film Dragon Ball Z: Battle of Gods, Yamoshi muncul sebagai arwah dalam mimpi Dewa Penghancur, Beerus, dan kemudian sebagai siluet selama pertarungan epik antara Goku dan Beerus.
Kehadiran Beerus sendiri telah membangkitkan kembali popularitas Yamoshi di kalangan penggemar.
Lebih lanjut, Yamoshi juga muncul dalam adegan filler episode “Goku’s New Power” dari seri Dragon Ball Z.
Dalam bentuk Great Ape, Yamoshi menonjol dengan ekornya yang berwarna kekuningan—berbeda dari warna coklat yang umumnya dimiliki Saiyan lain dalam bentuk yang sama.
Kekuatan destruktifnya yang ditampilkan dalam adegan tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan Super Saiyan.
Versi anime juga menampilkan Yamoshi dalam bentuk Golden Great Ape, dengan dubbing bahasa Inggris yang menyatakan bahwa Yamoshi hanya dapat berubah menjadi Super Saiyan dalam bentuk Great Ape.
Transformasi ini, yang ditandai dengan kegilaan dan keberingasan, telah menjadi ikonik dan diingat sebagai salah satu momen paling berkesan dalam seri.
Dalam film DBZ: Broly – The Legendary Super Saiyan, Vegeta dan Paragus, ayah Broly, percaya bahwa bentuk yang digunakan Broly mirip dengan Super Saiyan yang pernah digunakan oleh Yamoshi.
Hal ini juga diperkuat dalam game DBZ: Shin Budokai, di mana Goku mengakui kemiripan tersebut.
Akira Toriyama, pencipta seri, terkenal dengan kebiasaannya memberi nama karakter berdasarkan makanan, dan Yamoshi tidak terkecuali.
Nama Yamoshi merupakan anagram dari kata ‘moyashi’, yang berarti tauge dalam bahasa Jepang.
Pemilihan nama ini memiliki makna filosofis yang mendalam, menggambarkan Yamoshi sebagai benih—dalam hal ini, benih dari kekuatan Super Saiyan yang kemudian berkembang dan menjadi ciri khas para Saiyan dalam seri Dragon Ball. (fadila)