RadarMadura.id - Dibanding jilid pertamanya, Hamka & Siti Raham Vol. 2 terasa lebih gereget, romantis sekaligus menyentuh hati. Ada momen yang pasti membuat mata penonton berkaca-kaca.
Fokus pada hubungan Buya Hamka dengan Ummi Siti Raham dari era Agresi Militer Belanda I sampai sang istri menutup mata, film ini mengupas sisi manusiawi dari Hamka yang sempat terpuruk kala jadi tahanan politik serta seberapa besar peranan Siti Raham dalam mendukung dan menguatkan sang suami.
Kekuatan film ini jelas tersirat di akting duo pemeran utamanya. Vino G. Bastian tampil karismatik sebagai seorang ulama merangkap sastrawan yang miliki peranan penting pada pertumbuhan Indonesi.
Sementara Laudya Cynthia Bella selalu meneduhkan dengan aura keibuannya yang kuat. Mudah bersimpati pada mereka dan momen kebersamaannya kerap memancing senyum serta hadirkan rasa hangat. Kalau kata anak zaman sekarang, hubungan Buya Hamka dengan Ummi Siti Raham ini definisi dari relationship goals.
Meski masih terkendala di narasi yang sering kali terasa episodik ketimbang cerita utuh, film ini bakal tetap membuat penonton kagum dari polesan makeup prostetiknya yang sukses menyulap wajah Vino G. Bastian dan Laudya Cynthia Bella mendekati karakter yang mereka perankan. Bahkan, nyaris tak mengenali dua aktor tersebut.
Film Hamka dan Siti Raham Vol 2 sudah tayang bioskop baru-baru ini loh, FIlm ini diperankan oleh Vino G Bastian, Laudya Cynthia Bella, Donny Damara, Anjasmara, Reza Rahadian, Ayu Laksmi, Desy Ratnasari, Rifnu Wikana, Mathias Muchus, Reybong, Marthino Lio, dan Mawar De Jongh.
Sosok Buya Hamka dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah kelahiran Desa Tanah Sirah, sebuah desa di tepi Danau Maninjau, Sumatera Barat.
Selain aktif berorganisasi, Buya Hamka juga kerap menghasilkan berbagai karya tulisnya. Berdasarkan laman jawapos.com, Buya Hamk pernah menjadi seorang jurnalis di berbagai surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam, dan Seruan Muhammadiyah.
Tak hanya itu, beliau juga berkarya dalam bidang sastra. Karya sastra yang ditulisnya selain Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, yakni berjudul Di Bawah Lindungan Ka'bah, Merantau ke Deli, Ayahku, Menunggu Bedug Berbunyi, Laila Majnun, Di Dalam Lembah Kehidupan, dan Mandi Cahaya di Tanah Suci. (sar)
Editor : Fatmasari Margaretta