Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hangat di Tenggorokan! Resep Wedang Ronde Legendaris yang Bikin Badan Langsung Rileks

Syarifatus Sabah • Selasa, 23 Desember 2025 | 23:19 WIB
Resep wedang ronde
Resep wedang ronde

RadarMadura.id - Wedang ronde kembali menjadi perbincangan sebagai minuman tradisional yang cocok dinikmati di berbagai suasana.

 Minuman hangat berbahan jahe ini dikenal mampu memberikan rasa nyaman sejak tegukan pertama.

Sensasi manis dan pedas berpadu lembut di tenggorokan.

Tak heran, wedang ronde kerap dipilih sebagai menu pembuka yang menenangkan.

Asal-usul wedang ronde tak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang kemudian beradaptasi dengan cita rasa Nusantara.

Di Indonesia, wedang ronde berkembang dengan kuah jahe yang lebih harum dan kaya rempah.

Isian bulatan tepung ketan bertekstur kenyal menjadi ciri khasnya.

Tambahan kacang tanah dan gula membuat rasanya semakin seimbang.

Keistimewaan wedang ronde terletak pada kuah jahenya yang menghangatkan tubuh.

Jahe segar yang dimemarkan lalu direbus menghasilkan aroma khas yang menenangkan.

Rasa pedas ringan dari jahe membantu tubuh terasa lebih rileks.

Efek inilah yang membuat wedang ronde sering dicari saat cuaca dingin atau hujan.

Bola ronde dibuat dari tepung ketan yang diuleni hingga kalis.

Di bagian dalamnya, gula merah cair menjadi kejutan rasa yang legit. Saat disajikan hangat, gula akan lumer sempurna.

Tekstur kenyal berpadu dengan manis cair menjadi daya tarik utama.

Wedang ronde juga dikenal ramah di perut sehingga cocok dinikmati sebagai menu awal buka puasa.

Minuman hangat membantu tubuh beradaptasi setelah seharian berpuasa.

Kandungan jahe memberi rasa nyaman tanpa membuat perut kaget.

Inilah alasan banyak keluarga memilih wedang ronde sebagai takjil tradisional.

Dari sisi penyajian, wedang ronde terbilang sederhana namun menggugah selera.

Kuah jahe disajikan bersama bola ronde, kacang tanah sangrai, dan irisan roti tawar.

Warna hangat dari kuah jahe membuat tampilannya semakin menarik. Sajian ini memberi kesan klasik yang menenangkan.

Popularitas wedang ronde tak hanya bertahan di rumah-rumah.

Banyak penjual kaki lima hingga kedai tradisional menjadikannya menu andalan.

Wedang ronde dinilai memiliki pasar yang stabil sepanjang tahun.

Selain mudah dibuat, bahan-bahannya juga mudah didapat.

Bagi pemula, membuat wedang ronde tidak memerlukan teknik rumit.

Kunci utamanya ada pada kualitas jahe dan ketepatan adonan ketan.

Proses memasaknya pun relatif singkat. Hasilnya, minuman hangat yang kaya rasa dan aroma.

Wedang ronde bukan sekadar minuman, tetapi juga membawa nilai nostalgia.

Banyak orang mengaitkannya dengan suasana malam yang tenang dan kebersamaan keluarga.

Setiap mangkuk menghadirkan kenangan sederhana yang hangat. Nilai emosional ini membuatnya selalu dirindukan.

Hingga kini, wedang ronde tetap relevan di tengah tren minuman modern.

Kehangatannya tak tergantikan oleh minuman dingin kekinian.

Rasa tradisional justru menjadi keunggulan utama. Wedang ronde legendaris membuktikan bahwa kesederhanaan bisa memberi kenyamanan sejati

Editor : Amin Basiri
#rileks #Favorit keluarga #hangat dan menyegarkan #wedang ronde #resep rumahan