RadarMadura.id - Mojokerto, Jawa Timur, menyimpan banyak keindahan alam yang bisa dijadikan tempat terbaik untuk healing atau sekadar menikmati liburan akhir pekan bersama keluarga.
Dari deretan pegunungan yang hijau hingga aliran air terjun yang menenangkan, wilayah Pacet dan Trawas menjadi destinasi wisata alam yang tak boleh dilewatkan.
Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi alam yang segar dan udara pegunungan yang sejuk, berikut adalah lima air terjun terbaik di Mojokerto yang cocok untuk memanjakan diri.
Baca Juga: Mudah dan Lezat! Coba Resep Gulai Babat Sapi untuk Hidangan Keluarga yang Spesial
1. Air Terjun Grenjengan
Air terjun Grenjengan terletak di Dusun Grenjengan, Desa Padusan, Kecamatan Pacet. Memiliki ketinggian sekitar 25 meter, air terjun ini menawarkan keindahan alam yang asri dengan suara air yang menenangkan.
Di sini, Anda akan merasakan udara segar yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk kota. Akses ke air terjun ini juga cukup mudah karena telah dilengkapi dengan tangga yang aman untuk dijelajahi.
Fasilitas di sekitar air terjun juga lengkap, seperti toilet, warung makan, dan area parkir. Dengan harga tiket yang terjangkau, yaitu Rp 10.000 per orang, Grenjengan adalah tempat yang pas untuk bersantai sambil menikmati alam.
2. Air Terjun Dlundung
Terletak di Dusun Ketapang, Kemloko, Kecamatan Trawas, air terjun Dlundung menawarkan suasana yang sejuk dan tenang. Dikelilingi oleh alam yang masih alami dan suara gemericik air, air terjun ini menjadi pilihan tepat untuk melarikan diri dari rutinitas sehari-hari.
Selain menikmati keindahan air terjun, Anda juga bisa menikmati fasilitas lainnya seperti area perkemahan dan wahana outbound. Tiket masuknya pun cukup ramah di kantong, mulai dari Rp 7.500 untuk anak-anak di hari biasa dan Rp 10.000 saat weekend.
3. Air Terjun Duyung Trawas Hill
Air terjun Duyung Trawas Hill (DTH) berada di Dusun Bantal, Desa Duyung, Kecamatan Trawas. Dikelilingi oleh pegunungan yang megah, seperti Gunung Welirang, Arjuno, dan Penanggungan, suasana di sini sangat sejuk dan menenangkan.
DTH tidak hanya menawarkan air terjun yang indah, tetapi juga berbagai fasilitas menarik seperti outbound, kolam renang, dan area perkemahan.
Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp 10.000, dan jika ingin menikmati kolam renang, Anda hanya perlu membayar Rp 25.000 untuk hari biasa dan Rp 30.000 pada akhir pekan.
4. Air Terjun Watu Lumpang
Watu Lumpang yang terletak di Desa Sensi, Kecamatan Pacet, menawarkan pesona dua air terjun yang berhadapan dan melebar ke samping, membuatnya terlihat sangat unik.
Dengan ketinggian sekitar 1.750 mdpl, air terjun ini memberikan pemandangan yang menakjubkan. Akses menuju Watu Lumpang cukup mudah dan aman, dengan jalan beraspal meski sedikit menanjak.
Selain menikmati keindahan alam, Anda juga bisa bersantai di gazebo atau berfoto di berbagai spot menarik yang ada di sekitar air terjun.
Dengan tiket masuk yang terjangkau, Rp 10.000 untuk wisatawan domestik, Watu Lumpang adalah destinasi yang tepat untuk keluarga.
5. Air Terjun Coban Canggu
Terletak di Padusan, Pacet, Mojokerto, Coban Canggu adalah air terjun yang sangat cocok bagi Anda yang ingin menikmati alam sambil berolahraga.
Dikenal dengan ketinggiannya yang mencapai 100 meter, Coban Canggu menawarkan pemandangan yang sangat menakjubkan.
Meskipun akses menuju air terjun ini membutuhkan sedikit usaha—dengan menuruni 200 anak tangga—semua usaha tersebut terbayar dengan pemandangan yang luar biasa.
Wisatawan juga bisa menikmati fasilitas lengkap seperti area parkir, mushola, dan warung makan di sekitar kawasan wisata. Tiket masuk ke air terjun ini cukup murah, Rp 7.000 pada hari biasa dan Rp 10.000 di akhir pekan.
Baca Juga: Camilan Kenyal dan Manis untuk Teman Ngopi? Resep Kue Ku Ini Bisa Kamu Coba di Rumah!
Mojokerto menyuguhkan banyak destinasi wisata alam yang siap memanjakan siapa saja yang datang. Dari air terjun yang menenangkan hingga udara pegunungan yang sejuk, Anda bisa menikmati berbagai keindahan alam sambil menyegarkan pikiran. Jadi, kapan Anda akan berkunjung ke salah satu dari lima air terjun ini? (hasan)
Editor : Hasan Bashri