Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sei, Kuliner Asap Khas Rote Ndao yang Kian Populer di Nusantara

Amin Basiri • Jumat, 11 April 2025 | 23:30 WIB

kuliner sei menawarkan cita rasa daging asap yang khas dan penuh cerita.
kuliner sei menawarkan cita rasa daging asap yang khas dan penuh cerita.

FOOD & TRAVELRadarMadura.id - Dalam dunia kuliner Indonesia yang kaya rasa dan budaya, sei hadir sebagai salah satu hidangan tradisional yang kini mencuri perhatian banyak pecinta makanan lokal.

Berasal dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), kuliner sei menawarkan cita rasa daging asap yang khas dan penuh cerita.

Dalam bahasa Rote, "sei" berarti daging yang diiris memanjang kemudian diasapi.

Baca Juga: Mencicipi Naniura, Sashimi ala Batak dengan Cita Rasa Kuliner yang Eksotis

Kuliner ini merupakan warisan masyarakat suku Rote yang sejak lama menggunakan teknik pengasapan untuk mengolah daging, awalnya menggunakan daging rusa.

Seiring berjalannya waktu dan status perlindungan terhadap rusa, sei kini lebih umum dibuat dari daging sapi, babi, ayam, hingga ikan.

Kuliner sei tidak hanya dikenal karena rasa dagingnya yang smokey dan gurih, tetapi juga karena proses pengolahannya yang tradisional dan cukup panjang.

Daging diawetkan melalui proses penggaraman selama 6 hingga 12 jam, kemudian diasapi hingga 9 jam menggunakan kayu kosambi.

Baca Juga: Cerorot Lombok: Warisan Kuliner dalam Balutan Janur Kerucut

Kayu ini dipilih karena menghasilkan aroma khas yang memperkaya cita rasa sei.

Daun kosambi pun digunakan untuk membungkus daging, menambah aroma alami sekaligus menjaga kelembutan teksturnya.

Dalam penyajian kuliner sei, sambal lu’at menjadi pelengkap utama.

Sambal ini dibuat dari cabai, jeruk nipis, dan daun lu’at yang hanya tumbuh di daerah tertentu di NTT.

Rasa pedas, segar, dan sedikit pahit dari sambal lu’at berpadu sempurna dengan gurihnya daging asap, menciptakan perpaduan rasa yang unik dan menggoda.

Baca Juga: Masjid-Masjid Tertua dan Paling Bersejarah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Buat Kamu yang Suka Napak Tilas

Kini, dalam perkembangan kuliner modern, sei juga kerap disajikan dengan sambal lain seperti sambal matah, rica-rica, hingga sambal terasi, menyesuaikan selera konsumen di kota-kota besar.

Popularitas kuliner sei semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, Kupang dinobatkan sebagai kota dengan makanan tradisional terpopuler—salah satu pengakuan akan kekayaan kuliner khas daerah tersebut, termasuk sei.

Kini, berbagai restoran dan warung makan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung mulai menyajikan sei sebagai menu andalan.

Kuliner ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional bisa tetap eksis di tengah arus kuliner modern.

Baca Juga: Gak Cuma Enak, Bubur Hintalu Karuang Juga Punya Cerita! Ini Makanan Tradisional Kalsel yang Wajib Kamu Cicipi Minimal Sekali

Bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati sei di rumah, kini tersedia berbagai resep praktis.

Proses pengasapan bisa disesuaikan dengan alat yang ada di dapur, seperti oven atau grill.

Sei rumahan bisa dinikmati bersama tumis daun singkong dan sambal lu’at, disajikan hangat dengan nasi putih.

Kuliner sei bukan hanya soal rasa, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup dan beradaptasi.

Dari desa-desa di Rote hingga restoran di kota besar, sei telah menjelma menjadi bagian penting dari peta kuliner Indonesia.

Jika Anda mencari pengalaman kuliner yang otentik dan penuh cerita, sei layak untuk dicoba.*

Editor : Amin Basiri
#Nusa Tenggara Timur (NTT) #kuliner #daging asap