Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kunjungi Wisata Edukatif Samboja Lestari: Konservasi Beruang Madu yang Terancam Punah dan Upaya Rehabilitasi Berbasis Edukasi

Fadila An Naila • Rabu, 31 Juli 2024 | 19:37 WIB

Beruang Madu di Samboja Lestari/Samboja Lodge
Beruang Madu di Samboja Lestari/Samboja Lodge

RadarMadura.id— Samboja Lestari, sebuah suaka konservasi di Kalimantan, berkomitmen untuk menyelamatkan dan merehabilitasi beruang madu (Helarctos malayanus) yang terancam punah akibat deforestasi dan perburuan ilegal.

Saat ini, lebih dari 40 beruang madu berada di bawah perawatan Samboja Lestari, banyak di antaranya merupakan hasil sitaan dari pemilikan ilegal, perdagangan, atau penggunaan dalam sirkus.

Di pusat rehabilitasi ini, beruang madu dirawat dalam tiga kandang besar yang terpisah berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin: anak beruang, betina dewasa, dan jantan dewasa.

Samboja Lestari berfokus pada rehabilitasi tanpa melakukan pembiakan, sehingga kandang jantan dan betina dipisahkan untuk mencegah perkawinan.

Pengunjung dapat melihat beruang madu dari dekat, meskipun mereka terpisah oleh pagar setinggi dua meter. Beruang madu adalah hewan soliter yang lebih suka hidup sendiri, sehingga interaksi antar individu di kandang sangat minim.

Setiap beruang memiliki ciri khas yang membedakannya, seperti lingkar leher yang unik, sehingga petugas tidak kesulitan dalam mengenalinya.

Di sekitar kandang, terdapat garis kuning berjarak satu meter dari pagar yang menandakan batas aman bagi pengunjung.

Beruang madu adalah hewan nokturnal yang sangat bergantung pada penciuman dan pendengaran. Oleh karena itu, pengunjung diimbau untuk tidak membuat kebisingan yang dapat memicu stres pada beruang.

Interaksi yang berlebihan dengan manusia juga dapat mengganggu insting alami beruang untuk mencari makan, karena makanan selalu tersedia di kandang.

Untuk menjaga insting beruang, Samboja Lestari menyediakan berbagai permainan di dalam kandang, seperti bola berwarna-warni, ranting pohon, dan lubang-lubang yang diisi madu untuk melatih indera penciuman beruang.

Selain madu, beruang juga menyukai buah-buahan seperti pepaya. Mereka dijadwalkan makan empat kali sehari, dengan total konsumsi mencapai 4 kilogram per hari.

Bagi mereka yang ingin melihat beruang madu dalam lingkungan yang lebih luas, Penangkaran Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan, yang terletak tidak jauh dari Samboja Lodge, menawarkan pengalaman yang berbeda.

Baca Juga: 7 Hidangan Lezat yang Wajib Dicoba di Likupang, Surga Tersembunyi di Ujung Utara Sulawesi

Di sini, terdapat enklosur seluas sekitar 1,3 hektar yang menyerupai hutan sekunder dan dikelilingi oleh pagar listrik dan kawat. Enklosur ini dilengkapi dengan struktur panjat dan berbagai jenis tanaman buah favorit beruang.

Pengunjung dapat mengamati beruang dari boardwalk yang mengelilingi enklosur, memungkinkan mereka melihat beruang dalam perilaku alami mereka saat mencari makanan.

Pengaturan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan beruang, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku dan habitat mereka kepada pengunjung.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konservasi dan mengurangi perdagangan satwa liar.

Selain enklosur, KWPLH juga menyediakan area edukasi tentang konservasi dan kekayaan alam, terutama yang endemik di Kalimantan.

Melalui pengalaman ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai beruang madu dan mendukung upaya konservasi hutan. (fadila) 

Editor : Fadila An Naila
#wisata edukatif #wisata kalimantan #Samboja Lodge #wisata alam #Samboja Lestari #orang utan #kalimantan #beruang madu #konservasi #Spesies Langka