BANGKALAN, RadarMadura.id –Siapa warga Indonesia yang tidak tahu rujak? Pastinya tahu dong.
Makanan tradisional satu ini mudah ditemui dan mudah disukai banyak orang. Apalagi, rujak Madura dengan beragam jenis pilihannya.
Rujak merupakan salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang masih tinggi peminatnya. Alasannya, tidak lain karena rasanya yang segar dan renyah.
Pada umumnya, rujak merupakan makanan dari campuran aneka sayur maupun buah yang disandingkan dengan aneka bumbu.
Jenis bumbu inilah yang memberikan banyak nama pada rujak tersebut. Seperti rujak lontong, rujak petis, dan rujak manis.
Di Madura, kuliner rujak satu ini hampir ditemukan di berbagai daerah di empat kabupaten. Uniknya setiap kabupaten hampir memiliki jenis rujak tersendiri. Seperti di Kabupaten Bangkalan yang dikenal dengan rujak kambang.
Rujak kambang pada hakikatnya tidak ada bedanya dengan rujak petis pada umumnya. Yakni, ada buah-buahan dan petis. Namun, yang membedakan dari makanan khas Kecamatan Arosbaya tersebut adalah petisnya.
”Sebenarnya kalau isi sama, tapi petisnya khas,” kata Sri Handayani, penjual rujak milenial yang terkenal di Bangkalan.
Perempuan asal Kelurahan Pangeranan tersebut menyampaikan, rujak kambang memiliki rasa asam dengan sedikit sentuhan asin.
Rasa itu didapat dari bahan baku petisnya, yakni petis ikan pindang. ”Rasa asinnya itu dari petis pindangnya,” tambahnya.
Selain itu, asal muasal nama rujak kambang tidak hanya dari jenis petisnya. Penyajian petisnya yang sedikit encer daripada rujak petis pada umumnya juga menunjukkan ciri khas dari rujak kambang.
Hal itu karena menyesuaikan dengan tingkat keasinan petis. Rujak ini tidak cocok jika dimakan dengan lontong.
”Kalau terlalu kental, nanti jadi asin banget. Makanya, dibuat encer sehingga ngambang (buahnya mengambang karena encer) biar tidak asin,” terangnya.
Selain itu, masyarakat Bangkalan memiliki rujak Klampis. Rujak ini hampir sama dengan rujak kambang. Bedanya terletak pada petis kambang yang dicampur dengan petis biasa.
”Ada juga rujak tal-ontal dengan menggunakan petis biasa tapi isinya lebih bervariatif seperti mihun dan telur puyuh,” ucapnya.
Perempuan 40 tahun tersebut tidak hanya berjualan rujak petis. Namun, juga berjualan rujak kacang dengan menggunakan lontong.
Lumrahnya rujak ini dikenal dengan rujak lontong. Isinya ada buah-buahan, mihun, sayuran, lontong dan tahu yang dibaluri bumbu kacang.
Perempuan yang akrab di sapa Mbak Yanik itu menyampaikan Madura memiliki rujak lontong yang khas. Yakni, rujak cingur.
”Tapi, rujak ini khas Madura, cuma asal daerah mana, kami tidak tahu,” ucapnya.
Menurutnya, yang khas dari rujak cingur ini ada tambahan cingur. Yaitu, bagian mulut sapi yang dijadikan pelengkap rujak. Ada juga yang menambahkan bagian telinga, hidung, dan lidah sapi yang direbus.
Bahan baku rujak cingur tidak sulit. Apalagi, Madura merupakan pulau dengan populasi sapi yang banyak.
”Ketika dimakan, teksturnya kenyal. Kalau dari segi isi, sama dengan rujak lontong pada umumnya,” pungkasnya. (ay/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta