Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Begini Peringatan Hari Buruh Ala Komunitas Scooterist The Mods

Abdul Basri • Selasa, 8 Mei 2018 | 11:20 WIB
Begini Peringatan Hari Buruh Ala Komunitas Scooterist The Mods
Begini Peringatan Hari Buruh Ala Komunitas Scooterist The Mods

BANGKALAN – Komunitas scooter di Bangkalan turut memperingati Hari Buruh. Mereka berkonvoi dengan berpakaian rapi.


Motor vespa dimiringkan ke kanan, lalu dinyalakan. Bunyi cempreng khas scooter terdengar. Sesaat kemudian, para penunggang vespa saling berjabat tangan dan bertegur sapa. Para pencinta motor mesin kanan itu berkumpul di selatan Alun-Alun Kota Bangkalan. Vespa yang mereka jejer pun jadi tontonan.


Vespa tua mogok sudah biasa. Untungnya, rata-rata scooterist bisa memperbaiki mesin vespa. Minggu (6/5) sekitar 72 scooterist dari Sampang, Pamekasan, Surabaya, dan Bangkalan berkumpul. Mereka datang dari berbagai kalangan. Mulai karyawan perusahaan swasta, pegawai negeri sipil (PNS), wiraswasta, hingga mahasiswa.


Mereka berkumpul untuk memperingati Hari Buruh. ”Kesejahteraan buruh perlu diperjuangkan agar diperhatikan pemerintah dan perusahaan,” kata Ketua Scooterist Bangkalan (Scooba) Ibnu Maulana.


Kegiatan yang mereka lakukan bertajuk Hymn for The Mods. The Mods merupakan aliran pencinta vespa yang berpenampilan rapi, motor standar, dan memprioritaskan keselamatan berkendara. The Mods merupakan aliran pencinta vespa yang diadopsi dari Inggris.


Ibnu menjelaskan, dulu rata-rata pekerja di Inggris menggunakan scooter dan berpakaian rapi. Mereka mengadakan demo menggunakan scooter dan pakaian rapi untuk menentang para kapitalis pabrik.


Selain memperingati Hari Buruh, kegiatan tersebut membawa seruan agar vespa dikembalikan ke bentuk standar. Para pengendaranya harus mengutamakan keselamatan. ”Untuk mempererat solidaritas, membantu sesama, serta menjalin persahabatan dengan scooterist se-Madura dan Surabaya. Kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Madura,” ujarnya.


Peringatan Hari Buruh dilakukan dengan konvoi keliling Kota Bangkalan, nongkrong, menikmati hiburan musik, dan talk show. Bincang-bincang antar scooterist itu membahas tentang vespa klasik dan safety riding.


Mengapa tidak digelar pada 1 Mei? Menurut Ibnu, pada tanggal tersebut libur sehingga tidak banyak scooterist yang bisa ikut berkumpul. Rencananya, kegiatan serupa akan terus digelar setiap tahun dan tidak hanya melibatkan scooterist di Madura dan Surabaya.


Tahun depan kegaiatan bakal diperluas dengan mengajak partisipasi klub-klub vespa dari sejumlah daerah di Jawa Timur. ”Scooterist di Madura dan Surabaya ikut berpartisipasi atas dasar solidaritas untuk ikut memeriahkan acara kami,” ucapnya.


Menurut Ibnu, Scooba merupakan komunitas vespa tertua di Madura. Klub motor klasik ini didirkan sejak 1994. Pria dengan nama julukan Plitur itu menyampaikan terima kasih kepada scooterist Madura dan Surabaya yang ikut berpartisipasi pada pergelaran Hymn for The Mods. ”Mohon maaf jika sempat membuat kemacetan di Bangkalan karena peserta yang membeludak,” katanya.


Hendra Trio Prasetya, salah seorang scooterist Bangkalan, mengungkapkan, persaudaraan pada setiap pencinta vespa sangat erat. Meski tidak saling mengenal, melalui perantara vespa bisa menyambungkan dan menciptakan keakraban.


Saling membantu saat ada vespa scooterist yang mogok sudah menjadi kebiasaan. Tidak untuk berharap balasan atau imbalan, melainkan saling berbagi sehingga banyak teman. ”Satu vespa sejuta saudara,” ujar pemuda yang akrab disapa Gesrek itu.


Editor : Abdul Basri