Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Didukung BRI dan LinkUMKM, Kenes Lalita Sukses Kembangkan Busana Anak Wastra Jepara

Hendriyanto • Jumat, 30 Januari 2026 | 16:48 WIB

KREATIF: Pemilik Kenes Lalita, Effy Retno Indarwati memajang koleksinya.
KREATIF: Pemilik Kenes Lalita, Effy Retno Indarwati memajang koleksinya.

JEPARA, RadarMadura.id – Kenes Lalita merupakan usaha busana anak asal Jepara, Jawa Tengah, yang menyasar kebutuhan sekolah dan acara formal. Produk dikembangkan dengan pendekatan desain yang memadukan unsur tradisi dan tampilan modern.

Keunggulan Kenes Lalita terletak pada kenyamanan serta kualitas produk yang digunakan. Setiap koleksi dirancang agar tetap fungsional sekaligus memiliki nilai estetika.

Pemilik Kenes Lalita, Effy Retno Indarwati, mengatakan usahanya lahir dari inspirasi keluarga. Inspirasi tersebut membentuk arah desain dan cerita di balik setiap produk.

“Kenes Lalita berdiri tahun 2022, berangkat dari kecintaan saya pada dunia fashion dan terinspirasi oleh anak perempuan saya yang bernama Kenes. Awalnya sangat sederhana, saya ingin membuat pakaian anak yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga nyaman dipakai, fungsional, dan punya nilai cerita. Sebagai seorang fashion designer yang terbiasa menjahit untuk kebutuhan pribadi, saya melihat peluang untuk menghadirkan busana anak yang dibuat dengan hati dan proses yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Produk yang paling diminati pelanggan adalah koleksi Gempita Wastra. Koleksi ini menjadi inovasi Kenes Lalita dalam merayakan keindahan Nusantara melalui busana anak.

Baca Juga: Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa

Gempita Wastra menonjolkan motif batik dengan material berkualitas dan nyaman. Pemilihan warna yang selektif serta opsi personalisasi membuat produk terasa lebih eksklusif.

Daya tarik koleksi ini terletak pada perpaduan tradisi dan estetika modern. Busana formal tetap tampil stylish untuk kebutuhan sekolah hingga acara anak. Untuk menjangkau pasar, Kenes Lalita memasarkan produk melalui marketplace Shopee dan Tokopedia. Penjualan juga dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok.

Usaha ini turut memanfaatkan layanan perbankan BRI, termasuk QRIS BRI dan mesin EDC BRI. Dukungan tersebut membuat proses pembayaran lebih cepat dan nyaman bagi pelanggan.

Kebutuhan untuk terus bertumbuh mendorong Effy mencari ekosistem pembelajaran yang relevan. Ia kemudian memanfaatkan platform LinkUMKM dari BRI untuk memperkuat kapasitas usahanya.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI dan media sosial. Yang membuat saya tertarik adalah konsepnya yang tidak hanya sebagai platform, tetapi juga sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi UMKM. Di tengah tantangan UMKM yang semakin kompleks, saya merasa perlu berada di ekosistem yang suportif dan relevan,” ujarnya.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun

Effy menilai LinkUMKM mendorong pengembangan usaha menjadi lebih strategis. Platform ini membuatnya lebih berani menetapkan target dan menangkap peluang kolaborasi.

Seiring waktu, pesanan Kenes Lalita semakin stabil dan brand awareness terus meningkat. Perkembangan ini memperkuat posisi usaha di pasar busana anak.

“LinkUMKM membantu saya melihat usaha secara lebih terstruktur, tidak hanya dari sisi kreatif, tetapi juga dari sisi manajemen dan pengembangan bisnis. Pelatihan dan challenge yang saya ikuti mendorong saya untuk melakukan evaluasi brand, memperkuat storytelling produk, serta lebih percaya diri dalam memasarkan Kenes Lalita,” ungkapnya.

LinkUMKM merupakan platform digital BRI yang dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan UMKM. Platform ini mendukung kenaikan kelas usaha secara sistematis dan berkelanjutan.

Melalui strategi berbasis data dan teknologi, LinkUMKM memperkuat kapasitas pelaku usaha. Fitur Self Assessment membantu memetakan posisi usaha dan merekomendasikan pelatihan yang relevan.

LinkUMKM juga membuka akses pendampingan dan perluasan pasar. Fitur yang tersedia meliputi UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, Komunitas, dan kanal Media.

Baca Juga: LinkUMKM Jangkau 14,98 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital

Platform ini didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring. Jaringan Rumah BUMN turut melengkapi pembelajaran yang aplikatif bagi UMKM. Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa UMKM dapat memanfaatkan LinkUMKM untuk memperkuat pengelolaan usaha. Platform ini juga membantu pemasaran agar pertumbuhan usaha lebih terarah.

“Kenes Lalita menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya pada kreativitas produk, tetapi juga membutuhkan disiplin manajemen dan konsistensi strategi pemasaran. LinkUMKM BRI menyediakan ruang pembelajaran dan pendampingan agar pelaku usaha dapat konsisten mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Melalui ekosistem ini, BRI berkomitmen untuk memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang tangguh,” pungkasnya. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bri #umkm #BRILink #LinkUMKM #jepara