Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa

Hendriyanto • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:12 WIB

BANGUN DESA: Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia.
BANGUN DESA: Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui program pemberdayaan desa. Hingga akhir 2025, program Desa BRILiaN telah menjangkau 5.245 desa di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat peran desa sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional. BRI menempatkan desa sebagai penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Sejak diluncurkan pada 2020, pengembangan Desa BRILiaN difokuskan pada optimalisasi potensi desa berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Program ini dijalankan melalui empat pilar pemberdayaan yang saling terintegrasi.

Keempat pilar tersebut meliputi penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan/atau koperasi desa, digitalisasi, sustainability, serta inovasi. Pendekatan ini dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi desa secara menyeluruh.

Dalam perjalanannya, Desa BRILiaN berkembang menjadi salah satu strategi utama pemberdayaan BRI di tingkat lokal. Program ini diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi desa secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa pemberdayaan Desa BRILiaN merupakan wujud komitmen BRI dalam membangun ekonomi yang lebih merata. Program ini juga ditujukan untuk menciptakan role model pengembangan desa.

“Program Desa BRILiaN menjadi salah satu instrumen strategis BRI dalam memperluas dampak pembangunan desa. Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan, BRI mendorong desa agar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita ke-6 yang menekankan pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Akhmad.

Selain Desa BRILiaN, BRI juga menjalankan berbagai inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang terintegrasi. Hingga 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah.

Klaster usaha tersebut menjadi wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi pelaku usaha lokal. Pendekatan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

BRI juga menghadirkan LinkUMKM sebagai platform digital pemberdayaan usaha. Platform ini menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, mitra usaha, serta akses layanan keuangan.

Hingga akhir 2025, sebanyak 14,98 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM. Platform ini membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar dan mempercepat proses naik kelas.

Baca Juga: LinkUMKM Jangkau 14,98 Juta Pengusaha, BRI Dorong Penguatan Usaha Berbasis Digital

Penguatan ekosistem UMKM juga dilakukan melalui pembinaan 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah. Selain itu, BRI telah menyelenggarakan 18.218 pelatihan peningkatan kapasitas usaha.

Pelatihan tersebut mencakup literasi keuangan, penguatan manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM desa.

“Penguatan desa merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. BRI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara desa dan ekonomi modern, memastikan masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi,” pungkas Akhmad. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#Desa #bri #umkm #BRILian