BANGKALAN, RadarMadura.id – Kenyataan pahit harus dihadapi ratusan siswa SDN Kajuanak 4, Kecamatan Galis, Bangkalan.
Sebab, mereka mengikuti pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan fasilitas seadanya.
Yakni, di teras rumah warga, di halam sekolah, dan di bawah tenda menggunakan terpal.
Itu karena ruang kelasnya ambruk dan tidak bisa ditempati. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lima bulan.
Kepala SDN Kajuanak 4 Ningsih menyampaikan, ruangan yang tidak bisa tempati mulai dari kelas I–VI. Sehingga, semua siswa harus melaksanakan KBM di tempat seadanya.
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar terganggu. Apalagi saat ini musim hujan. Sehingga, pihaknya terpaksa harus meliburkan KBM saat cuaca tidak bersahabat.
”Sudah pasti KBM terganggu, apalagi kalau hujan siswa kami langsung bubar,” ujarnya.
Pihaknya sudah melaporkan terkait fasilitas lembaganya yang tidak representatif pada Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan agar direvitalisasi.
Alhasil, lembaganya disebut masuk dalam daftar revitalisasi tahun ini. Namun, pihaknya tidak tahu pasti kapan pembangunan dimulai.
Sebenarnya gedung sekolah yang ambruk itu hanya satu ruangan, tetapi digunakan untuk dua kelas.
Sedangkan sisanya rusak parah. Sehingga, wali siswa tidak memperkenankan anak-anaknya belajar di dalam kelas. Sebab, dikhawatirkan ambruk secara tiba-tiba.
”Warga di sini tidak mengizinkan KBM berlangsung di dalam kelas, khawatir roboh,” katanya.
Baca Juga: Minta Penyidik Usut Aliran Dana Program MBG, Sebut Ada Keterlibatan Oknum di BGN
Kondisi tidak menentu tersebut membuat Ningsih dan para guru lainnya khawatir. Apalagi dua bulan lagi sudah mendekati tahun ajaran baru.
Sehingga, dikhawatirkan lembaganya sepi peminat akibat tidak adanya warga yang memilih menyekolahkan anaknya SDN Kajuanak 4.
”Kalau terus-terusan begini, kami khawatir siswa di sini dipindahkan oleh orang tuanya,” sambungnya.
Kabid Pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto mengakui salah satu sekolah di bawah naungan lembaganya harus melaksanakan KBM di tempat yang sudah tidak representatif.
Dia mengeklaim kondisi itu sudah dilaporkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bahkan, pengajuan revitalisasi lembaga itu sudah disetujui Kemendikdasmen. Tetapi, pihaknya belum tahu pasti kapan revitalisasi akan dimulai.
”Sudah kami usulkan dan disetujui untuk dilakukan perbaikan tahun ini,” klaimnya.
Pihaknya berharap rencana revitalisasi SDN Kajuanak 4 segera menemukan titik terang. Sehingga, siswa tidak lagi belajar di luar ruangan. ”Kami juga masih menunggu (kapan revitalisasi dilakukan),” tutupnya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti