BANGKALAN, RadarMadura.id – SDN Balung 1 Kecamatan Arosbaya ditutup warga Rabu (17/12). Alasannya, sebagian lahan lembaga pendidikan itu dianggap dibangun di atas lahan milik warga.
Mansur, warga yang mengeklaim pemilik lahan menyatakan, penyegelan dilakukan sampai adanya kejelasan dari pemerintah. Sebab, mediasi sudah dilakukan sejak 2001 hingga 2020, namun tidak pernah menemukan jalan keluar.
”Upaya mediasi bahkan appraisal tanah sudah pernah dilakukan, tapi endingnya tetap hampa tanpa tindak lanjut,” ujarnya.
Langkah penutupan itu dilakukan untuk mengetahui respons dari Pemkab Bangkalan. Jika persoalan itu ingin diselesaikan, pihaknya meminta pemerintah untuk datang menyelesaikan persoalan lahan itu.
”Pemerintah mengakui jika gedung sekolah ada yang dibangun di atas lahan saya. Tapi, mereka tidak mau bertanggung jawab,” ucapnya.
Kepala SDN Balung 1 Arosbaya Supriyanto mengaku tidak ingin cawe-cawe masalah sengketa lahan di lembaganya. Tugasnya cuma sebagai kepala sekolah dan memberikan perlindungan kepada siswa dan guru agar bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan baik.
Setelah sekolahnya ditutup, pihaknya tetap akan melaksanakan KBM seperti biasanya. Yakni, dengan melaksanakan KBM menjadi dua gelombang. Siswa kelas I, II, dan III akan masuk pukul 07.00 hingga 09.00.
Sedangkan KBM untuk siswa kelas IV, V, dan VI akan dilaksanakan pukul 09.15 sampai pukul 12.00. ”Yang ditempati hanya tiga ruang kelas, dan akan kami bagi menjadi dua gelombang, karena jumlah siswa kami sebanyak 182 orang,” katanya.
Kabid pembinaan SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto belum berkenan memberikan komentar soal penutupan SDN Balung 1. Sebab, masalah itu baru terjadi. ”Kalau bersifat teknis sebaiknya ke kepala dispendik saja,” pintanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti