BANGKALAN, RadarMadura.id - Upaya pemerintah untuk meminimalisasi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) harus ditingkatkan.
Sebab, selama JanuariAgustus terdapat 66 kasus AKI dan AKB.
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bangkalan Aris Budhiarto menyatakan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menekan AKI dan AKB.
Hasilnya, kasus kematian ibu dan bayi makin berkurang dibandingkan tahun lalu.
Dinkes Bangkalan hanya menemukan lima kasus kematian ibu sepanjang Januari–Agustus. Sedangkan AKB yan terlaporkan 61 kasus. Dengan demikian, terdapat 66 kasus AKI dan AKB.
Sedangkan di 2024, terdapat 86 kasus AKI dan AKB. Perinciannya, 78 bayi dan 8 ibu melahirkan meninggal. Berkurangnya kasus AKI dan AKB disebabkan beberapa faktor.
Misalnya skrining yang dilakukan bagus, dan pemeriksaan kunjungan yang dilakukan juga rutin,” kata Aris.
Faktor lain yang memengaruhi AKI dan AKB berkurang adalah fasilitas alat kesehatan (alkes) yang memadai. Salah satunya, didukung dengan alat ultrasonografi yang memadai.
”Termasuk juga ada bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) pada balita,” sambungnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri