BANGKALAN, RadarMadura.id – Upaya meningkatkan produktivitas perikanan di kawasan pesisir terus dilakukan melalui pendekatan inovatif berbasis konservasi. Tim pengabdian masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kelompok Nelayan Perahu Layar menginisiasi program penerapan apartemen ikan di Perairan Bancaran, Bangkalan.
Program ini didukung melalui hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktistek).
Apartemen ikan atau fish apartment merupakan inovasi struktur buatan yang berfungsi sebagai rumah ikan, tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan bagi biota laut. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan populasi ikan serta menjaga keseimbangan ekosistem perairan.
Kegiatan sosialisasi penerapan apartemen ikan digelar di Kantor Lurah Bancaran, Kecamatan Bangkalan, pada Rabu (5/11/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Lurah Bancaran R. Andri Wijaya, perwakilan warga pesisir, serta 18 perwakilan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari kawasan sekitar perairan Bancaran.
Dalam sambutannya, R. Andri Wijaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut. Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi nelayan dan kelestarian lingkungan pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga penerapan apartemen ikan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut di wilayah Bancaran,” ujarnya.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian UTM, Mertiara Ratih Terry L., M.Sc., yang menjelaskan tujuan, manfaat, serta bahan dan teknik pembuatan apartemen ikan. Ia menekankan bahwa struktur buatan ini dirancang ramah lingkungan dan mampu menjadi ekosistem baru bagi berbagai jenis ikan.
Selanjutnya, Febi Ayu Pramithasari, S.Pi., M.Si., menyampaikan materi tentang tahapan penerapan apartemen ikan serta hasil keberhasilan program serupa di beberapa wilayah lain di Indonesia.
Diskusi dengan nelayan dipandu oleh Fauzan Arrofiqi, S.T., M.T., Ph.D. dari ITS, yang menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat pesisir dalam menentukan lokasi peletakan apartemen ikan agar tidak mengganggu jalur pelayaran dan aktivitas tangkap nelayan.
Pada sesi diskusi, para nelayan bersama tim pengabdian melakukan pemetaan partisipatif untuk menentukan lokasi terbaik peletakan apartemen ikan di Perairan Bancaran. Proses pemetaan difasilitasi oleh M. Ali Fikar dari mitra Kelompok Nelayan Perahu Layar, dengan mempertimbangkan kedalaman, arus laut, serta jalur lalu lintas perahu nelayan.
Baca Juga: TMIC UTM Hadirkan Pemateri Internasional, Kenalkan Madura ke Masyarakat Dunia melalui Riset
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis modul dan maket apartemen ikan kepada perwakilan kelompok nelayan, disaksikan oleh Lurah Bancaran dan tim pengabdian.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat pesisir, khususnya nelayan Bancaran, semakin memahami manfaat ekologis dan ekonomis dari penerapan apartemen ikan sebagai salah satu inovasi keberlanjutan sumber daya laut.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konservasi laut, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi nelayan melalui peningkatan hasil tangkapan ikan,” pungkas Mertiara Ratih. (*/dry)
Editor : Hendriyanto