BANGKALAN, RadarMadura.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengganti jajaran direksi dan komisaris Bank Jatim. Pergantian ini dilakukan menyusul munculnya dua kasus dugaan kredit fiktif di dua cabang Bank Jatim.
Kasus pertama terjadi di Bank Jatim Cabang Kepanjen, Malang, dengan nilai kerugian sekitar Rp145 miliar. Sementara kasus terbaru terjadi di Cabang Jakarta dengan nilai kerugian sekitar Rp569,4 miliar.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kantor Pusat Bank Jatim, Khofifah resmi merombak struktur pimpinan. RUPS tersebut dilaksanakan pada Kamis, 22 Mei 2025.
Dalam rapat itu, Khofifah menetapkan Winardi Legowo sebagai Direktur Utama Bank Jatim. Arief Wicaksono dipercaya menjadi Wakil Direktur Utama.
Baca Juga: BRI Sponsori Garuda Futsal League Series 3, Dorong Talenta Muda Sepak Bola
Tonny Prasetyo menjabat sebagai Direktur Bisnis Mikro, Ritel, dan Usaha Syariah. Sementara Umi Rodiyah diangkat sebagai Direktur Kepatuhan.
Untuk posisi Direktur Keuangan, Treasury & Global Service, Wahyukusumo Wisnubroto dipercaya menduduki jabatan tersebut. Arif Suhirman mengisi posisi Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan.
Jabatan Direktur IT Digital & Operasional dipercayakan kepada Wiweko Probojakti. Sedangkan Wioga Adhiarma Aji menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko.
Khofifah juga menunjuk Adi Sulistyowati sebagai Komisaris Utama. Adhy Karyono diangkat sebagai Komisaris.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, DKPP Sumenep Siaga Periksa Kesehatan Hewan Kurban
Komisaris independen yang ditunjuk yakni Muhammad Mas’ud, Dadang Setiabudi, Asri Agung Putra, dan Nurul Ghufron. Penunjukan ini diharapkan memperkuat tata kelola Bank Jatim.
Setelah pengangkatan jajaran baru, Khofifah berharap mereka bisa bekerja solid dan produktif. Ia ingin kepemimpinan baru ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII Bangkalan Mohtazul Farid mengapresiasi langkah Khofifah. Ia menilai keputusan tersebut sebagai komitmen menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jatim.
“Saya lihat dari sosok direksi dan komisaris yang dipilih, semuanya berkompeten dan berintegritas. Misalnya ada Mas Nurul Ghufron, mantan komisioner KPK,” kata Farid.
Dosen FISIB Universitas Trunojoyo Madura itu juga mengajak masyarakat mendukung jajaran baru. Ia berharap masyarakat memberi kesempatan agar direksi dan komisaris bisa bekerja maksimal.
“Saya yakin mereka akan memberikan dedikasi terbaik untuk Bank Jatim. Gubernur tentu telah mempertimbangkan aspek kompetensi dan integritas,” pungkasnya. (yan/dry)
Editor : Hendriyanto