Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jaga Kelestarian Lingkungan, UTM-Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia Tanam Mangrove

Achmad Andrian F • Selasa, 1 Oktober 2024 | 21:07 WIB

 

KOMPAK: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia foto bareng seusai acara International Community Service.  (ISTIMEWA)
KOMPAK: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia foto bareng seusai acara International Community Service. (ISTIMEWA)

JAWA TIMUR, RadarMadura.id – Untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan mempererat hubungan antarbangsa, Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama FH dan Hubungan Internasional (HI) Universiti Sultan Zainal Abidin (Unisza) Malaysia mengadakan International Community Service.

Acara penanaman pohon bakau tersebut dilakukan di Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Acara yang dibuka oleh Kades Kebundadap Timur Budiyono tersebut dimeriahkan penampilan kelompok musik tradisional.

Juga kegiatan menarik lainnya yang melibatkan 16 mahasiswa dan mahasiswi. Sedangkan Guru Besar Unisza yang menghadiri acara tersebut adalah Prof. Madya Dr. Suyatno.

Even berskala internasional tersebut juga diisi dialog terbuka dengan pemateri Direktur BUMDes Kebundadap Timur Aji Nur Rahman.

Dalam acara tersebut, Prof. Madya Dr. Suyatno juga memberikan materi terkait pengelolaan, pemanfaatan, dan tata cara penanaman pohon bakau di Desa Kebundadap Timur.

Dalam kegiatan itu, Aji Nur Rahman menceritakan awal mula terbentuknya Wisata Mangrove Kedatim dan manfaat dari tanaman bakau.

SIMBOLIS: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia menunjukkan pohon bakau sebelum penanaman di Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
SIMBOLIS: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia menunjukkan pohon bakau sebelum penanaman di Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

“Salah satu manfaat tanaman bakau adalah bisa mencegah terjadinya abrasi pantai. Juga meminimalisasi dampak dari gelombang air laut ketika terjadi bencana Tsunami,” ujarnya.

Helmy Boemiya, S.H., M.H selaku dosen FH UTM sekaligus dosen pembimbing lapangan kelompok MBKM KKNT/Abdimas di Desa Kebundadap Timur mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa dan mahasiswi saat belajar mengelola dan menanam bakau. Selama acara berlangsung, peserta dibekali trik menanam bibit dan manfaat bakau.

Baca Juga: Belasan LPM di Bangkalan Tak Aktif

”Selain penanaman, juga diadakan diskusi dan edukasi terkait peran hukum dalam perlindungan lingkungan. Sebab, hal ini bagian dari upaya memperkaya wawasan hukum masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam,” tuturnya.

Guru Besar Unisza yang menghadiri acara tersebut adalah Prof. Madya Dr. Suyatno menambahkan, tanaman mangrove mampu menyerap emisi karbon sebanyak lima kali lebih besar dibanding jenis pohon lainnya yang ada di hutan.

Dia berharap acara tersebut terus berlanjut sebagai langkah bersama dalam menjawab tantangan lingkungan global.

”Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, program seperti International Community Service ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik dari aspek lingkungan, pendidikan, maupun diplomasi antarnegara,” tandasnya. (*/yan)

SIMBOLIS: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia menunjukkan pohon bakau sebelum penanaman di Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
SIMBOLIS: Mahasiswa FH UTM bersama mahasiswa FH dan HI Unisza Malaysia menunjukkan pohon bakau sebelum penanaman di Wisata Mangrove Kedatim, Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Sumenep.
Editor : Achmad Andrian F
#utm #Unisza #taman mangrove #Universiti Sultan Zainal Abidin #lingkungan