BANGKALAN, RadarMadura.id – Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie tidak berdiam diri saat banjir merendam beberapa desa di wilayah Kota Zikir dan Salawat.
Orang nomor satu di Bangkalan tersebut terjun langsung ke Kecamatan Blega pada Selasa (12/3) malam.
Bahkan, Arief tidur dan sahur di bagasi mobil dinas yang dikendarai. Fotonya menyebar di media sosial (medsos) dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sebab, dia dianggap sebagai pejabat responsif dan memahami kondisi rakyat.
Arief menyatakan, intensitas hujan yang terjadi selama tiga hari terakhir cukup tinggi. Akibatnya, beberapa kecamatan di Kota Salak mengalami banjir. Bencana alam itu semakin parah dan sempat bersamaan dengan pasangnya air laut.
Pemkab Bangkalan dibantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) telah mendirikan posko pengungsian di SMAN 1 Blega Selasa (12/3). Juga menyiapkan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.
”Di lapangan ada Kapolsek, Danramil, dan anggota polairud yang dibantu Lanal Batuporon terus bergerak mengevakuasi warga,” ujarnya.
Upaya meminimalkan terjadinya banjir di Kecamatan Blega sudah dilakukan oleh pemprov. Yakni, melakukan normalisasi dengan mengeruk endapan. ”Tahun ini Pemprov Jatim akan memperlebar volume sungai di Blega,” katanya.
Banjir di beberapa daerah di Bangkalan mendapat perhatian Pj Gubenur Jatim Adhy Karyono. Dia mendatangi dua lokasi banjir terparah, yaitu di Kecamatan Blega dan Arosbaya.
Kunjungan pertamanya di Kecamatan Blega disambut Pj bupati Bangkalan yang menginap di lokasi banjir.
”Banjir tidak hanya terjadi di Blega dan Arosbaya, tetapi juga terjadi di Sampang, Pamekasan, Bojonegoro, Pasuruan, dan Probolinggo.
Ini semua akibat hujan deras yang memang puncaknya musim hujan sehingga sungai meluap,” imbuhnya.
Pihaknya mengapresiasi gerak cepat Pemkab Bangkalan dalam meminimalkan dampak banjir. Salah satunya dengan mengevakuasi para korban. Pihaknya memastikan, tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan makanan.
Setelah meninjau banjir di Kecamatan Blega, Adhy Karyono dan Arief berpindah ke Pondok Pesantren Salafiyah Sa’idiyah, Kecamatan Arosbaya.
Tujuannya, memastikan dampak banjir yang dialami santri dan santriwati di lembaga tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menyatakan, upaya meminimalkan dampak banjir dilakukan oleh tiga unsur. Yakni, pemerintah, TNI, dan Polri.
”Pemerintah akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana