Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pembangunan Perpusda Bangkalan Kembali Diajukan, Tahun Lalu Ditolak karena Tidak Dilengkapi DED

Ina Herdiyana • Selasa, 30 Januari 2024 | 13:20 WIB
SARANA PENINGKATAN LITERASI: Pengendara melintas di depan Perpusda Bangkalan di Jalan RA Kartini, Senin (29/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
SARANA PENINGKATAN LITERASI: Pengendara melintas di depan Perpusda Bangkalan di Jalan RA Kartini, Senin (29/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengajuan anggaran pembangunan perpustakaan daerah (perpusda) yang diusulkan Pemkab Bangkalan pada 2023 ditolak. Alasannya, belum dilengkapi dengan detail engineering design (DED). Kini usulan itu kembali diajukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Bangkalan

Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DKP Bangkalan Christine Sri Hayati mengutarakan, pengajuan anggaran pembangunan perpustakaan dibuka setiap pertengahan tahun.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan lembaganya untuk mengajukan kembali pembangunan perpustakaan dengan konsep Taneyan Lanjang.

”Sekarang masih tahap pengajuan, dibukanya nanti sekitar Juli atau Agustus,” ujarnya.

Usulan yang diajukan 2023 ditolak karena belum memenuhi administrasi yang dipersyaratkan, yaitu DED. Syarat itu saat ini sudah dipenuhi. Sehingga, pengajuan pembangunan perpusda ke perpustakaan nasional (perpusnas) akan kembali dilakukan tahun ini.

Christine mengeklaim, Bangkalan merupakan daerah prioritas pembangunan perpustakaan. Sebab, hanya Kabupaten Bangkalan yang belum mendapatkan anggaran pembangunan perpusda. Sementara anggaran yang diproyeksikan untuk pembangunan perpusda senilai Rp 10 miliar.

”Anggaran pembangunan ini sudah dipatok, sama seluruh Indonesia untuk daerah. Kalau provinsi Rp 15 miliar untuk fisik,” jelasnya.

Pihaknya memprediksi pembangunan perpusda akan terealisasi pada 2025. Selain itu, pihaknya mengajukan sejumlah sarana prasarana perpustakaan. Terdiri dari buku, rak, komputer, dan sebagainya. ”Cuma itu beda anggaran dengan pembangunan perpustakaannya,” ungkapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Sonhaji mendukung pembangunan perpusda bisa diwujudkan. Sebab, perpusda yang ada saat ini kurang representatif. Sementara jika perpustakaan bagus, bisa meningkatkan mutu pendidikan lebih baik lagi.

”Perpustakaan yang representatif sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bangkalan,” tandasnya. (ay/jup)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#perpustakaan #perpusda #DKP Bangkalan #Pembangunan