Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjadi Insan yang Beruntung

A
Penulis: Abdul Basri❯
Photo
Photo
Oleh ACHMAD MAHALLI*

KITA semua bersorak gembira dan bersukacita dengan datangnya Ramadan yang penuh barokah. Umat Islam seluruh dunia juga merasakan perasaan demikian. Bulan beribu kebaikan ini adalah momentum yang tepat untuk memperbaiki diri. Memperbaiki perilaku, sikap, belajar, dan amal ibadah, baik yang muda maupun yang tua, yang pria maupun perempuan. Hilangkan segala kotoran dalam diri kita seperti perilaku tercela, menghina, mencaci maki sesama, bermusuhan sampai tidak bertegur sapa.

Jalankan segala aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat walaupun sedang puasa. Jangan kendor dan jangan isi siang Anda hanya dengan tidur saja. Jangan sia-siakan umur hanya untuk berbaring. Apalagi di bulan penuh berkah ini, perbanyak melakukan hal-hal yang positif. Semuanya harus menggunakan momentum Ramadan ini untuk meningkatkan kualitas diri, baik dari segi mental, ilmu, dan kuantitas ibadah. Di hari Fitri nanti Insya Allah kita tercatat sebagai insan yang beruntung dengan berjuta bonus pahala yang kita dapatkan nanti.

Kesempatan tersebut tidak hanya untuk kalangan pesantren, santri, lora atau gus. Namun, semua kalangan bisa mendapatkan. Jangan mengira bahwa Ramadan hanya milik golongan agamais. Anda para petani, pelajar, mahasiswa, pekerja, buruh, dokter, polisi, pegawai, pejabat, dan sebagainya punya kesempatan yang sama untuk meraih keberuntungan dan anugerah berkah Ramadan.

Jadikan setiap hari di bulan ini dengan penuh dedikasi yang tinggi untuk masyarakat jika Anda kalangan aparatur negara. Jika Anda pelajar, jadikan Ramadan sebagai pemacu semangat untuk semakin mendapatkan dan menguasai ilmu yang sedang dipelajari. Bagi yang sedang mencari nafkah untuk keluarga, jadikan Ramadan sebagai wasilah untuk mendapat ampunan serta kebebasan dari api neraka. Semuanya bisa menjadi nilai ibadah. Ibadah tidak selalu terkait musala, langgar, dan masjid saja. Ibadah bisa dilakukan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun, tidak terbatas tempat atau jenis pekerjaan.

Mari gunakan momen Ramadan ini untuk mendapatkan pahala yang besar plus bonus yang menanti. Dan jangan karena tidak berada di masjid atau musala sehingga Anda merasa tidak punya kesempatan. Atau, karena bukan santri atau ustad atau lora sehingga Anda menghabiskan Ramadan dengan tidur atau main game saja. Sekali lagi, kita semua punya kesempatan yang sama untuk mendaparkan karunia Allah di bulan Ramadan. Tentu semua itu jika kita niatkan untuk ibadah, maka sangat besar pula kemungkinan Anda mendapatkannya.

Caranya, niatkan profesi atau tugas Anda sebagai ibadah. Segala sesuatu yang mubah jika diniatkan ibadah, akan berbuah pahala bagi yang melakukan. Mengingat bulan ini adalah bulan dilipatgandakannya pahala. Maka, sudah saatnya kita sebagai insan yang mengharapkan pahala sebagai bekal menuju surga untuk segera melakukan apa saja yang bisa dikonversikan menjadi pahala. Intinya niat, berapa banyak hal kecil menjadi besar di sisi Allah disebabkan niat. Kita makan jika diniatkan untuk beribadah, maka makan kita berpahala, begitu pula segala pekerjaan kita bisa seperti itu juga. Maka, niatkan semua aktivitas kita untuk beribadah kepada Allah. Gurukah Anda, pelajar, petani atau pejabatkah Anda semuanya bisa berbuah pahala, bergantung diniatkan apa tidak.

Karena itu, mengingat besarnya keutamaan dan fadilah di bulan ini, mari kita gunakan dan isi hari-hari kita dengan sesuatu yang manfaat. Bisa dengan perbanyak ibadah atau setidaknya jangan habiskan hari Anda dengan tidur saja. Dengan usaha dan niat tulus kita, maka dapat dimungkinkan kita akan termasuk orang yang beruntung dengan membawa banyak pahala dan ampunan-Nya di bulan penuh barokah ini. (*)

*)Santri Salafiyah Pasuruan, asal Omben, Sampang

 

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Oknum Guru Diduga Cabuli Santri Berulang Kali

Oknum Guru Diduga Cabuli Santri Berulang Kali

Wiwin Endarwati menegaskan, pengelola lembaga pendidikan perlu membangun sistem pengawasan yang jelas, menyediakan ruang pengaduan yang aman, serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara serius.

Digitalisasi Pesantren, Antara Kemudahan dan Kemudaratan

Digitalisasi Pesantren, Antara Kemudahan dan Kemudaratan

Ponpes Al-Falah Kepang juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukatif dan kegiatan pesantren sebagai bagian dari syiar.

Polisi Belum Seret Terduga Pelaku Penganiayaan Santri di Kecamatan Batumarmar

Polisi Belum Seret Terduga Pelaku Penganiayaan Santri di Kecamatan Batumarmar

Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto menyatakan, penyidik masih mendalami laporan kasus tersebu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer