SAMPANG, RadarMadura.id – Kekurangan volume pada pekerjaan jalan Desa Margantoko, Kecamatan Jrengik, disorot Komisi I DPRD Sampang. Ketua Komisi I DPRD Sampang Muhammad Salim mendesak inspektorat segera bertindak.
Salim menyampaikan, temuan proyek rabat beton di Desa Margantoko harus segera ditindaklanjuti.
Sehingga masalah tersebut segera menemukan benang merah penyelesaian. ”Kami mendesak inspektorat untuk segera melakukan investigasi,” pintanya kemarin (16/2).
Politikus Partai Nasdem itu menilai, temuan kekurangan volume jalan harus segera ditangani. Jika terindikasi ada penyelewengan angggaran, juga harus ditindaklanjuti. ”Harus ada pengembalian jika ada temuan kerugian negara,” ungkapnya.
Meski demikian, dirinya tidak memungkiri adanya faktor lain yang menyebabkan pekerjaan tersebut tidak tuntas.
Di antaranya karena faktor administrasi yang kurang tepat. Menurutnya, persoalan tersebut telah menjadi ranah aparat pengawasan intern pemerintah (APIP).
Komisi I DPRD tetap melakukan pengawasan. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengawal kebijakan pemerintah desa. ”Termasuk kinerja inspektorat juga kami awasi,” tuturnya.
Pendamping Desa Kecamatan Jrengik Muhamamad Haris mengaku sudah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas kurangan volume pada pekerjaan tersebut.
Menurutnya, pihak desa berkomitmen akan menyelesaikan kekurangan sekitar 25 meter tersebut. Pihaknya masih menunggu komitmen Pj Kades Margantoko.
”Kami sudah kunjungan ke desa dari awal pekerjaan. Kami hanya sebatas pendampingan untuk memastikan kekurangan kegiatan dan Pj Kades siap menuntaskan. Kami menunggu hasilnya,” tandansya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri