SAMPANG, RadarMadura.id - Pembangunan tanggul dan kegiatan normalisasi di Sungai Panyiburan dilakukan pada 2025.
Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) melakukan normalisasi sepanjang dua kilometer. Sayangnya, tanggul yang dibangun bocor.
Warga Desa Margantoko Jumali menyampaikan, pasca dibangun tanggul, kejadian banjir di desanya berkurang.
Sebelumnya, banjir bisa datang hingga puluhan kali dalam satu tahun. ”Dulu, hampir tiap hari terjadi banjir. Tahun lalu terjadi 50 kali, katanya kemarin (9/2)
Tanggulisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi itu terbuat dari material sedimentasi sungai.
Kegiatan yang tuntas sekitar November itu diduga tidak kokoh. Pasalnya, tanggul tersebut sekarang sudah bocor.
Tidak jebol, hanya tanggul bagian bawah berlubang dan bocor.
Informasinya akan diteruskan lagi. Harapan saya pembangunan tanggulisasi menggunakan plengsengan, harapnya.
Staf Seksi Operasi UPT Pengolahan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Kepulauan Madura Agil Priyanto menyatakan, pihaknya akan menurunkan tim untuk menginventarisasi kondisi tanggul yang bocor. Nanti biar diinventarisir oleh teman-teman, katanya.
Menurutnya, kegiatan tanggulisasi belum tuntas. Kegiatan itu akan dilanjutkan tahun ini dengan melakukan normalisasi empat kilometer.
Yakni Desa Majengan dua kilometer dan Desa Margantoko dua kilometer. ”Kami sedang ajukan volumenya ke dinas di Surabaya", pungkasya. (ay/bil)
Editor : Amin Basiri