PAMEKASAN, RadarMadura.id - Sebaran lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Sampang mencapai 9.000 titik.
Pengukuran konsumsi daya listrik ribuan lampu PJU tersebut menggunakan metode taksasi dan meterisasi.
Kepala Dishub Sampang Chalilurrachman melalui Kabid Hubungan Darat Khotibul Umam mengatakan, anggaran tagihan listrik tahun ini dialokasikan Rp 6 miliar. Lebih hemat dibandingkan biaya tagihan listrik di daerah lain.
"Karena tagihan kami lebih kecil, daerah lain ingin belajar ke Sampang," katanya.
Menurut dia, metode pengukuran konsumsi daya listrik lampu PJU tersebut sebagian telah beralih ke meterisasi.
Sistem tersebut diklaim bisa menghemat pemakaian atau tagihan listrik. Jika semula Rp 8 miliar turun menjadi Rp 6 miliar.
"Saat ini terdapat 56 lampu PJU yang pengukuran konsumsi daya listriknya menggunakan metode taksasi," imbuhnya.
Dijelaskan, pada tahun ini pengukuran konsumsi daya listrik 56 lampu PJU tersebut dipastikan akan beralih ke metode meterisasi.
"Semua lampu PJU di Kabupaten Sampang tahun ini kami pastikan pakai meterisasi," ulasnya.
Ditambahkan, untuk menuntaskan program meterisasi lampu PJU tersebut, institusinya akan menggandeng PLN.
"Kami telah bersurat ke PLN untuk menghapus metode taksasi ke meterisasi. Khusus pengadaan lampu PJU tahun ini juga menggunakan metode meterisasi," tandasnya. (ay/yan)
Editor : Amin Basiri