SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana warung kopi (warkop) Lyco Cafe di Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, mendadak ramai pada Kamis (11/12) malam. Puluhan warga mendatangi kafe yang berada di Jalan Syamsul Arifin itu.
Massa mengaku geram karena akun TikTok Lyco Cafe mengunggah postingan yang bersifat provokatif. Yaitu, adanya pengunjung bergoyang seperti di klub malam. Massa mengaku postingan itu dinilai menyinggung martabat ulama.
Koordinator Aksi Abdurrahman mengaku sengaja mendatangi Lyco Cafe dengan puluhan warga di malam hari. Mereka mengatasnamakan alumni pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Sampang dan perwakilan ulama.
”Kami mendatangi Lyco Cafe tujuannya untuk bersilaturahmi. Serta, meminta klarifikasi pada pemilik Lyco Cafe terkait video yang viral, yang kami nilai menyinggung para ulama dan umat Islam,” ujarnya.
Beberapa konten video yang diunggah di akun TikTok Lyco Cafe juga dinilai menyinggung perasaan ulama dan umat Islam di Sampang dan Madura pada umumnya. Karena dikait-kaitkan kasus pencabulan di lingkungan pesantren yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.
Pihaknya meminta pemilik Lyco Cafe tidak sembarangan mengunggah video yang membuat keresahan masyarakat. Dia meminta agar pemilik Lyco Cafe tidak mengulang kesalahannya kembali.
”Kami meminta video yang sudah di-upload agar segera dihapus dan meminta maaf secara terbuka terhadap masyarakat,” ujarnya.
Lyco Cafe diduga menyinggung perasaan ulama Sampang dengan membuat hiburan seperti di klub malam pada kafenya. Permasalahan tersebut telah diselesaikan. Tapi, pemilik kafe justru melakukan kesalahan lain dengan mengunggah video yang menyinggung perasaan ulama Madura.
”Pemilik Lyco Cafe sudah berjanji pada kami. Jika sampai mengulangi kembali, siap untuk diproses hukum,” ungkapnya.
Owner Lyco Cafe Ahmad Herianto enggan berkomentar terhadap awak media setelah tempat usahanya didatangi massa. Dia enggan menjawab pertanyaan wartawan. ”Maaf kami tidak berkenan,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti