SAMPANG, RadarMadura.id – DPRD Sampang tidak hanya mengevaluasi kinerja dinkes KB. Komisi IV juga memanggil 22 puskesmas untuk mengevaluasi anggaran pada Senin (13/10). Dewan membelejeti satu per satu pengelolaan keuangan puskesmas selama sembilan bulan terakhir.
Data yang dihimpun JPRM, serapan anggaran puskesmas yang bersumber dari BLUD masih rendah. Capaian pendapatan dan serapan belanja paling rendah di Puskesmas Robatal. Capaian pendapatan 60 persen dan serapan belanja hanya 45 persen.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengatakan, rata-rata pendapatan puskesmas tidak mencapai target. Termasuk serapan belanja yang masih rendah. Hal ini berdasarkan laporan pengelolaan keuangan setiap puskesmas hingga akhir September.
Ada dua sumber anggaran yang dikelola puskesmas. Selain dana BLUD, puskesmas juga mengelola dana bantuan operasional kesehatan (BOK) dari pemerintah pusat. ”Iya, semua sudah dievaluasi. Intinya, banyak yang belum mencapai target,” ujarnya kepada JPRM.
Dia mengungkapkan, sumber pendapatan puskesmas berasal dari dana kapitasi dan non kapitasi. Rendahnya pendapatan puskesmas dipengaruhi klaim BPJS belum dibayar. Hal ini berkaitan dengan pendapatan dari dana kapitasi.
Meski begitu, Mahfud curiga jika kinerja kepala puskesmas (Kapus) belum maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan. Sebab, pendapatan puskesmas juga bergantung pada jumlah pasien. Artinya, jika pendapatan puskesmas rendah bisa dipengaruhi jumlah kunjungan pasien menurun.
”Pendapatan dari non kapitasi menyumbang paling banyak. Makanya, Kapus harus punya inovasi agar masyarakat mau mendpat perawatan dari puskesmas,” sarannya.
Politikus PKS itu juga mengingatkan kepala puskesmas agar meningkatkan kinerja selama tiga belun ke depan. Program yang belum terealisasi, harus terlaksana. Dia juga meminta dinkes agar mengawal pengelolaan anggaran di setiap puskesmas.
”Kami sudah tegur (puskesmas) agar memaksimalkan sisa waktu untuk memaksimalkan program yang belum terlaksana,” pintanya.
Plt Kepala Dinkes KB Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini mengaku sudah mengevaluasi capaian program yang dilaksanakan setiap puskesmas. Menurutnya, capaian program itu menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja puskesmas.
Lusi mengaku, sudah menunjuk tim pembina di internal dinkes KB untuk mengawal program di puskesmas. Capaian pendapatan dan serapan belanja yang rendah akan ditangani tim pembina tersebut. ”Masalah di puskesmas akan diatasi tim pembina,” tukasnya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti