Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Capaian PAD Laboratorium Rendah, DLH Perkim Sampang Berdalih Peralatan Minim

A
Penulis: Amin Basiri❯
PENGUJIAN: Petugas saat melakukan uji baku mutu air di IPAL Puskesmas Banjar (13/8).
PENGUJIAN: Petugas saat melakukan uji baku mutu air di IPAL Puskesmas Banjar (13/8).

Advertisement

 

SAMPANG, RadarMadura.id – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi laboratorium lingkungan tercatat sangat rendah. Hal itu disampaikan Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Perkim Sampang Hendro Wibowo Prasetyo.

Dia mengutarakan, penyebab rendahnya PAD karena terbatasnya peralatan uji air yang bisa digunakan untuk mengetahui baku mutu air. ”Peralatan pengujian kami belum lengkap,” katanya Senin (24/8).

Advertisement

Dia mengutarakan target retribusi yang harus dikumpulkan tahun ini mencapai Rp 120 juta. Namun, capaiannya baru Rp 13 juta atau sekitar 10,8 persen. ”Kami sedang mengajukan reagen di perubahan anggaran keuangan (PAK),” tuturnya.

Hendro mengungkapkan, alat yang dibutuhkan dan belum dimiliki berupa parameter residual klorin. Selain itu, alat untuk menguji parameter minyak dan lemak juga diperlukan untuk mengetahui kualitas air limbah dapur SPPG.

”Jadi kami pakai alat seadanya dan tetap dimaksimalkan,” ungkapnya.

Advertisement

Menurutnya, dengan adanya pengadaan reagen untuk parameter tersebut, pelayanan uji air limbah bisa lebih maksimal. Hal itu juga berpotensi mendongkrak PAD. Sebab, SPPG memiliki kewajiban melakukan pengujian setiap tiga bulan.

”Masih diajukan dan sedang masuk tahap pembahasan,” pungkasnya. (ay/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Sebut Hanya Tujuh SPPG Ajukan Uji Lab

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Sebut Hanya Tujuh SPPG Ajukan Uji Lab

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Perkim Sampang Hendro Wibowo Prasetyo menyampaikan, kewajiban melakukan pengujian setiap tiga bulan sekali harus diperhatikan SPPG.

Dishub Pamekasan Optimistis PAD Parkir Terpenuhi   

Dishub Pamekasan Optimistis PAD Parkir Terpenuhi  

Dishub Pamekasan akan berupaya maksimal untuk mengejar kekurangan PAD tersebut. Bahkan, capaian PAD ditargetkan bisa melebihi dari target yang sudah ditentukan.

Pemkab Sumenep Perpanjang Diskon Pokok PBB-P2 dan Bebas Denda hingga 31 Desember 2026

Pemkab Sumenep Perpanjang Diskon Pokok PBB-P2 dan Bebas Denda hingga 31 Desember 2026

Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, perpanjangan ini merupakan bentuk keberpihakan Pemkab Sumenep untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer