
BANGKALAN, RadarMadura.id – Di tengah kesibukannya mengajar dan mencerdaskan generasi bangsa, Ra Hasan juga tidak lupa mengajak santri belajar cara bercocok tanam yang baik.
Apalagi, rata-rata santri yang mondok di lembaganya mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Misalnya, santri diajarkan cara membuat pupuk organik mengggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.
Dia berkeinginan santrinya bisa mengubah mindset petani di lingkungan sekitarnya yang selama ini bergantung pada pupuk kimia.
”Sebagian santri sudah mahir membuat pupuk cair berbahan alami. Bahkan dalam segi praktiknya lebih pintar dari saya,” urainya.
Pihaknya berharap, para santri mengembangkan sektor pertanian di kampung halaman masing-masing. Namun, pengelolaan pertanian tidak mengeluarkan banyak biaya produksi.
Dalam waktu dekat, Ra Hasan Iroqi berencana menanam padi di lingkungan sekolah. Setiap anak usia dini nantinya akan dikenalkan untuk menyiram padi setiap hari.
”Kenapa padi yang akan saya tanam? Sebab, padi merupakan sumber pangan utama kita. Setidaknya, anak-anak tahu cara menanam padi yang baik,” paparnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




